SEPERTI tahun-tahun sebelumnya turnamen golf Olympic Jabar Amateur Open ke-9 yang berlangsung di West Course Gunung Geulis Golf Country Club pada 29 Juni 2026 hingga 2 Juli 2026 lalu — selain diikuti oleh pegolf amatir senior yang sangat berpengalaman, juga diikuti oleh para pegolf junior.
Dan, dari 15 Pengprov PGI yang para pegolf binaannya tampil dalam event tersebut, Pengprov PGI Kaltim — di luar Pengprov PGI Jabar sebagai tuan rumah — adalah salah satu Pengprov di luar Jawa yang mengirimkan sebanyak 11 pegolf yang terdiri dari 3 orang amatir senior dan 8 orang pegolf junior yang salah seorang di antaranya perempuan.
Betul bahwa tidak semua pegolf partisipan dari Pengprov PGI Kaltim tersebut lolos cut off Karena, dari 11 orang partisipan asal Kaltim yang lolos cut off hanya 3 orang, dan ketiganya adalah pegolf amatir senior seperti Hardjito, Joyo Paturusi dan Mochtar.
Sedangkan 8 pegolf yang tidak lolos adalah Muhammad Arsy Al Fath, Kaisan Adinata, Irvin Isalah Matasak P, Farhan Nur Huda, Devin Pranata Putra, Nugroho Febrian Hs, Adidy Duranda Soesilo, dan Nabila Ayu Dewi.
PERTAMA KALI
“Buat para pegolf junior event OJAO sangat bagus untuk menambah pengalaman bertanding, karena mereka baru untuk pertama kalinya ikut dalam event besar seperti OJAO .. dan jam terbang mereka harus diasah dan ditingkatkan lagi,” kata Hardjito pembimbing Muhammad Arsy Al Fath.

Selain mendapat bimbingan dari Hardjito, sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad Arsy Al Fath, juga ada Irvin, Devin, Kasyan, Febri dan Farhan yang mendapat bimbingan dari Mochtar.
Para pegolf junior Kaltim tersebut baru untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam event yang sangat prestisius bertajuk Olympic Jabar Amateur Open 2026.
Dalam perbincangan bersama Muhammad Arsy Al Fath yang akrab disapa dengan panggilan Arsy, kepada Media GolfJoy pegolf junior kelahiran 17 Agustus 2009 mengungkapkan, walau baru untuk pertama kali tampil dalam The 9th Olympic Jabar Amateur Open 2026, siswa SMAN 4 Balikpapan kelas 12 tersebut mendapat kesan yang sangat positif.
“Turnamennya berjalan dengan profesional, persaingannya juga sangat ketat. Karena, banyak pegolf amatir dari berbagai daerah ikut berpartisipasi,” papar anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan suami istri Agus Tamsir-Barit Baroro, dengan lancar. “Event seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan saya,” tambah Arsy, menegaskan.
KEJURNAS JUNIOR DAN AMATIR
Lebih jauh Arsy mengungkapkan bahwa dia mengenal olahraga golf sejak kecil, “Karena, dulu orang tua saya sering ngajak driving,” selanya, “tapi serius bermainnya baru pada awal tahun 2025,” lanjut Arsy.
Menjawab pertanyaan apakah aktifitasnya di golf tidak mengganggu pelajaran sekolah, Arsy mengatakan bahwa selama ini kegiatan golf tidak mengganggu waktu belajarnya, karena dia telah membagi jadwal antara belajar dan berlatih golf dengan baik.
Selain itu, guru-guru di sekolahnya juga mendukung aktifitasnya di olahraga golf selama Arsy dapat menyelesaikan tugas belajarnya tepat waktu.
Oleh karena itulah maka Arsy tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh izin dispensasi dari sekolah ketika dia harus mengikuti berbagai pertandingan golf — seperti Kejurnas Junior 2025, Kejurnas Amatir 2025, Jasa Keuangan Cup, AGI Amateur Champion V, Kejurnas Junior 2026, dan Makassar Amateur Golf Internasional Championship 2026.
TETAP MENYENANGKAN
Sebagai pegolf junior yang baru untuk pertama kalinya bertanding di West Course Gunung Geulis Country Club, Arsy berterus terang bahwa Gunung Geulis Country Club sebagai host OJAO ke-9 lapangannya sangat berkualitas dan menguji permainan.
“Kondisi fairway cukup firm sehingga bola lebih banyak menggelinding, sedangkan green-nya juga keras dan cepat, sehingga approach shot dan putting harus benar-benar presisi.”
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas pemandangan alamnya sangat indah dan suasananya nyaman, “Jadi .. meskipun lapangannya menantang, bermain di sini tetap sangat menyenangkan,” ujarnya.
“Apa harapan Arsy untuk kemajuan olahraga golf di Kaltim?”
“Harapan saya semoga olahraga golf di Kalimantan Timur terus berkembang dan semakin banyak mendapat perhatian, baik dari segi pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen maupun fasilitas latihan,” ungkap Arsy yang, kalau berlatih dan bermain di Driving Range dan Pertamina Balikpapan Golf Course.
“Saya juga berharap prestasi golf di Kalimantan Timur bisa terus meningkat, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. Sehingga prestasi golf Indonesia terus berkembang dan semakin membanggakan di masa yang akan datang,” kata Arsy mengakhiri keterangannya kepada Media GolfJoy.
Penulis Toto Prawoto
Foto TP dan Dokumentasi
