Era kompetisi golf pemberontak LIV Golf resmi berakhir. Setelah berjalan selama lima tahun penuh gejolak yang mengguncang dunia golf profesional, LIV Golf secara resmi mengumumkan rencana likuidasi dan menutup seluruh operasionalnya.
Keputusan ini diambil setelah upaya penyelamatan finansial dan rencana peluncuran format baru (LIV 2.0) untuk musim 2027 resmi kandas.
Runtuhnya Kesepakatan Finansial
Masa depan LIV Golf berada di ujung tanduk setelah calon investor utamanya, BC Partners Credit, secara resmi membatalkan komitmen pendanaan senilai 300 juta dolar AS. Pendanaan tersebut sedianya akan digunakan untuk membiayai restrukturisasi besar-besaran dan menghidupkan kembali liga melalui format LIV 2.0.
Namun, karena investor menilai proyek tersebut tidak lagi layak dilanjutkan dan batas waktu konfirmasi daftar pemain untuk musim 2027 terlewati, dukungan finansial pun ditarik sepenuhnya. Pihak pengacara dan perwakilan liga mengonfirmasi langkah likuidasi ini dalam sidang pengadilan kebangkrutan di Trenton, New Jersey.
Akhir dari Proyek Senilai Miliar Dolar
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, LIV Golf yang didanai oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi telah menggelontorkan dana lebih dari 5 miliar dolar AS. Liga ini sempat mengguncang ekosistem golf global dengan merekrut sejumlah bintang top dunia—seperti Jon Rahm, Bryson DeChambeau, dan Dustin Johnson—melalui kontrak fantastis dan hadiah uang yang masif.
Kendati demikian, ketidakpastian finansial memuncak setelah musim 2026 terpaksa berakhir lebih awal. Turnamen di Indianapolis pada 26 Agustus 2026 tercatat sebagai kejuaraan terakhir yang berhasil digelar oleh LIV Golf.
Eksodus Pemain dan Masa Depan Bintang Golf
Menyusul runtuhnya liga ini gelombang eksodus pemain tidak dapat dihindarkan. Sejumlah nama besar seperti Jon Rahm, Tyrrell Hatton, Sergio Garcia, hingga Ian Poulter dilaporkan telah lebih dulu mengambil langkah mundur.
Di sisi lain, para pegolf top dunia kini mulai berupaya menavigasi ulang karier mereka. Sejumlah pemain dilaporkan memegang klaim tanpa jaminan (unsecured claims) atas gaji serta pembayaran yang tertunda senilai jutaan dolar dari liga yang kini bangkrut tersebut, sementara beberapa lainnya mulai bersiap untuk kembali berkompetisi di bawah naungan tur reguler seperti DP World Tour dan PGA Tour.
