Konsistensi permainan akan muncul apabila didukung oleh kompetisi yang berkelanjutkan. Demikian kata Avie K Utomo — pengamat golf yang juga dikenal sebagai Wasit dan Tournament Director baik dalam turnamen nasional, regional maupun internasional — saat berbincang dengan Media GolfJoy terutama dan khususnya terkait dengan penampilan pro lokal dari kalangan generasi millenial yang tampil dalam event series ADT yang diselenggarakan di Indonesia.
Lebih jauh — mas Avie — demikian sapaan akrab yang ditujukan kepadanya dari para jurnalis Indonesia yang sering meliput event golf di Tanah Air, mengungkapkan bahwa konsistensi yang ditunjukkan mereka membuktikan bahwa ADT Series yang diselenggarakan di Indonesia memotivasi mereka untuk tampil lebih baik dan lebih baik lagi.
Sementara, para senior mereka yang masih berkesempatan tampil berkompetisi dalam ADT Series yang berlangsung di sini (Indonesia.red.) boleh jadi mereka jenuh. Karena, selain sejak beberapa tahun terakhir relatif jarang ada event internasional yang diselenggarakan di sini, mereka lebih banyak aktif sebagai Teaching daripada Touring.
Seperti kita tahu bahwa pada 2022 ini event ADT Series telah diselenggarakan di Indonesia dimulai dari Gunung Geulis, Damai Indah Golf BSD Course, Imperial Klub Golf, Jababeka Golf Course dan Parahyangan Golf & Country Club.
Dalam event ADT Series yang berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course Juni 2022 lalu, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, yang baru untuk pertama kali berkompetisi dalam event Pro – langsung merebut gelar juara ADT Series dengan skor -24.
Sedangkan Almay Reyhan Yaquta — sebelum akhirnya dari amatir beralih ke profesional — dua kali berturut-turut merebut juara Lowest Amateur dalam ADT Series yang diselenggarakan di Indonesia.
Sebagai host, setiap kali ADT Series berlangsung di Indonesia, sekitar 40 pegolf, bahkan lebih, yang terdiri dari Pro dan Amateur tampil untuk memperebutkan hadiah uang (untuk Pro) dan gelar Lowest (untuk Amateur).
Dan, sebanyak 43 pegolf tuan rumah yang terdiri dari 34 Pro dan 9 Amateur tampil bersaing dalam Combiphar Players Championship 2022 yang berlangsung pada 20-23 September bertempat di Parahyangan Golf Bandung.
Dalam event tersebut 7 Pro tuan rumah lolos cut. Mereka adalah Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Joshua Andrew Wirawan, Benita Kasiadi, Jonathan Wijono, Sukrizal S, George Gandranata dan Peter Gunawan.
Hingga ronde terakhir (final) Naraajie masuk ke posisi 10 besar dengan total skor 280 (77-67-66-70) -8 dan dia berhak atas hadiah sebesar US$ 2.000,00 dari total hadiah US$ 100.000 yang diperebutkan dalam Combiphar Players Championship 2022.
Disusul oleh Joshua Andrew Wirawan yang finish di posisi 13 dengan skor 281 (68-72-74-67) -7, dan Benita Kasiadi finish di posisi 17 ties dengan skor 284 (69-75-69-71) -4. Joshua merebut hadiah sebesar US$ 1.506 dan Beni sebenar US$ 1.193.33
Sementara Jonathan Wijono yang membukukan skor 286 (66-74-71-75) -2 sempat leading di hari pertama dengan skor -6. Akan tetapi, pada hari kedua, ketiga dan final (hari keempat), Jowi, sapaan akrabnya, tak dapat menjaga irama permainannya sehingga finish di posisi ties 21 dan berhak atas hadiah sebesar US$1.050,0.
Sedangkan tiga Pro tuan rumah lainnya yakni Sukrizal S (finish di posisi 36), George Gandranata (finish di posisi 45) dan Peter Gunawan finish di posisi ties 47.
Syukrizal S yang membukukan skor 290 (73-72-69-76) +2 mendapat hadiah sebesar US$ 750.00, George Gandranata yang membukukan skor 295 (74-72-75-74) +7 berhak atas hadiah sebesar US$ 585,00, dan Peter Gunawan dengan total skor 299 (70-74-78-77) +11memperoleh hadiah sebesar US$ 535.00.
Apakah setelah mereka aktif tampil berkompetisi dalam event ADT Series yang diselenggarakan di Indonesia mereka akan tampil dalam event yang sama yang diselenggarakan di luar negeri?
Ternyata mereka tak hanya sekadar ingin tampil dalam ADT Series yang diselenggarakan di luar negeri, tapi lebih dari itu.
Salah seorang di antara mereka yakni Jonathan Wijono secara tegas menjawab pertanyaan Media GolfJoy: “Trying to go play AT (Asian Tours) hopefully LIV sama Olympics .. Itu ultimate goal saya, Om!”
Tentu kita berharap agar turnamen di tingkat lokal pada waktu yang akan datang pun jumlahnya terus bertambah seiring dengan kian me-“landai”-nya pandemi Covid – 19 yang, diakui atau tidak, sering dijadikan sebagai alasan mengapa turnamen pro lokal sejak tiga tahun terakhir relatif jarang diselenggarakan.
—-
Tulisan Toto Prawoto
Foto Dokumentasi
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


