Dampak dari “rumitnya” golf course JGC berakibat fluktuasi dipapan leaderboard round ke-2.
Tanpa hadirnya kondisi cuaca yang ekstrim seperti kencangnya hembusan angin, atau pun teriknya sinar matahari di atas langit Rawamangun Jakarta Timur di round kedua pada gelaran turnamen pro-am bergengsi The 3rd JGC Championship 2024 pada Selasa, 7 Agustus 2024, namun nyatanya perseteruan dari 105 pegolf menuai hasil “yoyo” di tataran papan leaderboard sementara akibat dari “rumitnya” golf course JGC.
Dengan jumlah par yang sama, jarak tiap-tiap hole yang masih sama pula, dan hanya pin placement yang diubah (itu pun tidak membuat kesulitan yang berarti bagi seluruh peserta), akan tetapi akibat ketidak-fokusan, secuil missed pada tee-shot, dan bahkan tidak cepat kembali on track pada game plan yang dicanangkan, maka JGC Rawamangun akan “menghukum” sekaligus menggerus poin yang telah diusahan pada round ke-2 kali ini.
Terbukti, pegolf asal Sumatera Utara Riadi Ateng, dan bahkan Naraajie Emerald Ramadhanputra harus terpental dari posisi lima besar, dimana sebelumnya mereka adalah penghuni ties 2 klasemen leaderboard The 3rd JGC Championship.
Sekurangnya ada lima pegolf yang berhasil memperbaiki posisinya dengan mencetak skor under di round kedua. Antara lain Jonathan Tanoto mencetak 2-under, Rory Hie (-1), Rizky Subakti (-1), Dede Idris (-1), dan Syukrizal (-1).
Hanya Benita Y. Kasiadi yang masih sanggup bercokol dipuncak leaderboard setelah di round kedua “hanya” mendulang even par (70 pukulan) dari 5 birdie, 3 bogie dan 1 double. Hasil itu pun diakuinya jika permainannya up and dow di hari kedua.
“Kebanyakan dari kerja keras saya hari ini lebih banyak melakukan save par dan pukulan kurang solid. Totally di hole #8 sudah dapat 2-under tapi di hole #9 nya kena double. Inilah uniknya main golf dan uniknya lapangan Rawamangun ya kayak gitu. Kalo kita sudah nggak bisa focus atau missed sedikit, dan nggak kembali ke on track gitu, maka pasti ada ajah trouble dalam permainan kita. Tadi saya melakukan 3 putt sekali,” ujar Benita saat ditanya Media GolfJoy Indonesia seusai scoring report sekitar pukul 15.40 WIB.
Menurut Benita bahwa dirinya kecewa atas permainannya kali ini, namun dirinya harus bisa menerima apa pun karena sudah melakukan semaksimal mungkin. Dan di final round, Benita bertekad akan bermain lebih bagus lagi dengan game plan yang sama didua round terakhir. “Putter dan second shot-nya akan saya usahakan lebih bagus lagi biar nambah under-nya bisa lebih banyak.”
Dibawah Benita, Rory Hie merangsek keposisi kedua klasemen leaderboard setelah di pertama dan kedua bermain konsisten. Rory berhasil mencetaak total skor 140 atau even par setelah di rpund pertama mendulang 71 pukulan dan di round 2 mencetak 69 pukulan.
Di ties ketiga diduduki oleh empat pegolf dari mulai Syukrizal, Kevin C. Akbar, pro asal Korea Selatan Kim Jung Han, dan juara ITGPS di Jakarta Golf Club tahun 2023 Moch. Seandy Alfaraby. Kempatnya mencetak total skor 141 atau 1-over setelah mencetak 71 pukulan di round kedua (hanya Syukrizal yang mencetak 69 pukulan).
“Hari ini saya bikin 3 kali birdie, tapi juga ada 4 kali bogie, dan jadinya hanya meraih 1-over. Dari course masih sama seperti saat kemenangan saya di sini. Hanya hole #9 yang tadinya par 5 kini menjadi par 4. Tapi memang para pemainnya aja sih yang perlu sabar-sabar bermain di sini. Game plan saya juga berjalan dengan baik, tapia da beberapa hole yang missed juga. Iron saya banyak yang kurang bekerja, jadi nggak saved dan akhirnya dapet bogie. Dan di sini kita mainnya nggak bisa langsung potong-potong jarak tapi kita mesti ngikutin arah holenya. Dan beberapa hole ada yang keras fairway-nya sehingga kita nggak tahu kemana pentalan bolanya. Jadi mau kita jatuh di titik A, tapi malah adanya di titik B. tahu-tahu bolanya ada dibawah pohon gitu. Jadi pukulan kita harus benar-benar presisi,” begitulah ulasan permainan Abi kepada Media GolfJoy Indonesia usai ia melakukan scoring report.
Di kategori amateur, hanya ada nama Galih Ananta Wiratno seorang yang masih bertahan dan melaju kebabak final round The 3rd JGC Championship 2024 pada Kamis (8/8) ini. Galih mengumpulkan total skor 152 (75-77) atau 12-over dan bercokol di ties 27 bersama Asep Saefulloh dan Sim Min Sub dari Korea Selatan.
Diakui Galih yang merupakan club champion JGC tahun 2023 ini selama dua ronde ini permainannya lumayan baik dan sesuai game plan yang dicanangkannya.
“Tetapi saya seharusnya bisa bermain lebih baik lagi. Makanya saya akan berusaha memeraih lowest amatir kejuaraan ini, sekaligus menjaga pamor sebagai club champion JGC. Dan dari hasil di kejuaraan ini saya akan jadikan evaluasi untuk memperbaiki permainan saya di kejuaraan 1st JGC Junior & Amateur International Golf Championship pada tanggal 20 hingga 22 Agustus depan,” ungkap Galih lewat gawai WhatsApp kepada Media GolfJoy Indonesia.
Sementara itu dikategori Ladies Division, Tatiana Jaqueline Wijaya masih memimpin dengan selisih dua pukulan atas Retno Sudjasmin. Tia, begitu ia kerap disapa mencetak total skor 156 (77-79) atau 16-over par.
Siapakah pro golfer yang akan mampu bersabar dan fokus terhadap “rumitnya” course JGC sehingga berhasil menjadi juara The 3rd JGC Championship 2024 di laga final?
DAY 2 THE 3RD JGC CHAMPIONSHIP 2024
MEN DIVISION
- Benita Y. Kasiadi Total Skor: 138 (68-70) -2
- Rory Hie Total Skor: 140 (71-69) Par
- Syukrizal Total Skor: 141 (72-69) +1
Kevin C. Akbar Total Skor: 141 (70-71) +1
Kim Jung Hann Total Skor: 141 (70-71) +1
Moch. Seandy Alfaraby Total Skor: 141 (70-71) +1
LADIES DIVISION
- Tatiana Jaqueline Wijaya Total Skor: 156 (77-79) +16
- Retno Sudjasmin Total Skor: 159 (79-80) +19
AMATEUR DIVISION
T-27. Galih Ananta Total Skor: 152 (75-77) +12
(Foto oleh Syam)
