Ketika pada Juni lalu, Naraajie, yang baru beralih status dari amatir ke profesional untuk pertama kalinya berhasil menjuarai Asian Development Tour yang di Damai Indah Golf – BSD Course, momentum tersebut tak ubahnya menjadi semacam “katalisator” sehingga membuat para pendahulu Naraajie lebih termotivasi untuk bangkit dan berbuat lebih baik daripada waktu-waktu sebelumnya.
Seperti kita tahu, setelah dari BSD, sepekan kemudian event yang sama digelar di Imperial Klub Golf, Karawaci – Kota Tangerang, Banten.
Kemudian jeda kurang-lebih satu bulan, Asian Development Tour pada Agustus 2022 digelar kembali di Gunung Geulis Country Club, dan pada 24 hingga 27 Agustus 2022 dilanjutkan di Damai Indah Golf – BSD Course bertajuk BNI – Ciputra Golfpreneur Tournament 2022 Asian Development.
Walaupun belum semuanya merasakan menjadi juara ADT, namun penampilan para pro lokal tampil maksimal. Perlahan dan pasti jumlah pro lokal yang bersaing di ADT jumlahnya cenderung terus meningkat.
Hal tersebut terlihat ketika BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development Tour berlangsung di Damai Indah Golf – BSD Course, yang diikuti oleh 122 pegolf yang 44 di antaranya (36 pro dan 8 amatir) adalah pegolf tuan rumah.
Begitu ketatnya persaingan yang terjadi dalam BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development Tour, yang lolos Cut Off untuk melanjutkan persaingan memperebutkan total hadiah sebesar US$ 110.000 adalah peserta yang pada ronde pertama dan ronde kedua dengan total skor -1.
Dengan kata lain, pemain yang pada ronde pertama dan ronde kedua dalam event tersebut hanya mampu membukukan total skor even par, pun tersingkir!
Dari 56 pegolf yang lolos Cut Off sembilan di antaranya adalah pegolf tuan rumah, yang terdiri dari 9 pro dan 1 amatir, dan total skor yang dibukukan oleh pegolf tuan rumah masing-masing -7, -6, -4 dan -3.
Hasilnya pada hari terakhir (final) BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development Tour – dengan membukukan total skor -12, George Gandranata terpilih sebagai pegolf tuan rumah terbaik.
Sementara, Matthew Lumbantoruan, meski pada final BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development membukukan total skor +2, pegolf amatir tersebut berhasil merebut gelar Lowest Amateur.
Menjawab pertanyaan mengenai keberhasilan dirinya dan rekan-rekannya, secara tegas George Gandranata menyatakan bahwa pro kita yang muda-muda memang permainannya bagus-bagus.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Beny Kasiadi. “Keberhasilan saya dan rekan-rekan saya – khususnya saya secara pribadi memang selepas ADT pada Juni lalu, saya benar-benar mempersiapkan diri full untuk menyambut event ADT selanjutnya yang akan digelar di Indonesia — termasuk tampil di Indonesia Open beberapa waktu lalu di Pondok Indah,” katanya.
Sementara, Syukrizal, pro asal Lhokseumawe yang saat ini menetap di Setiabudi, Medan, dalam setiap kesempatan bertemu Media GolfJoy pun mengungkapkan bahwa pihaknya harus bisa bermain lebih baik dan lebih baik lagi terkait keikutsertaannya dalam event pro berskala internasional yangn diselenggarakan di Indonesia.
Dan, terlepas dari kehadiran seorang yang mensponsori keikutsertaannya baik dalam event lokal maupun internasional — bahkan sang sponsor pun ikut turun langsung mendampinginya sebagai caddy — yang jelas performance pro asal Aceh Utara tersebut sekarang memang jauh berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya.
Hal tersebut terbukti dalam event BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development Tour, pro asal Aceh Utara tersebut di final membukukan total skor -10
“Kuncinya hanya satu, Om. yaitu kompetisi,” sela Beni Kasiadi yang di final BNI Ciputra Golfprenuer 2022 Asian Development Tour membukukan total skor -6, menegaskan.
‘Kalau mulai ada banyak turnamen pro yang diselenggarakan di sini, apakah itu turnamen pro lokal atau event pro internasional .. percayalah bahwa pro kita utamanya yang muda-muda penampilannya pasti akan terus meningkat dan semakin baik,” tambah putra pro legendaris Kasiadi, yang akrab disapa dengan panggilan “BK” tersebut, serius.
Seperti diketahui bahwa pada pertengahan September 2022 mendatang, Asian Development Tour akan kembali digelar di Tanah Air, masing-masing di Jababeka (13-16 September) dan di Parahyang Golf Course (20-24 September).
Menjawab pertanyaan mengenai peluang dan target yang ingin dicapai — baik George Gandranata, Syukrizal maupun Beni Kasiadi — dalam ADT yang akan digelar di Jababeka dan Parahyangan Golf Course pada medio September mendatang, ketiga pro tersebut tetap optimistis bahwa mereka akan bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi dari prestasi yang telah mereka torehkan dalam event-event ADT yang sebelumnya digelar di Damai Indah Golf – BSD Course, Imperial Klub Golf Karawaci, Gunung Geulis Golf Country Club, dan kembali lagi di BSD Course melalui BNI Ciputra Golfprenuer Tournament 2022 Asian Development Tour.

Syukrizal 
George Gandranata
Tulisan Toto Prawoto
Foto HS & Dokumentasi
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!
IRON CARD, membership card dengan banyak manfaat
