Keberhasilan Indonesia merebut medali emas cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Tokyo disambut sukacita oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk para golfer. Salah satunya yang turut larut dalam kegembiraan itu adalah Cing Cing Suharsono, tokoh yang cukup dikenal di kalangan komunitas golfer Indonesia dan sempat jadi atlet bulutangkis di masa mudanya.
Kita semua tahu cabang olahraga yang bisa diharapkan mendapatkan emas salah satunya hanya di bulutangkis. Maka dari itu, ketika Anthony Sinisuka Ginting kalah, kita semua penggemar bulutangkis di Tanah Air, lemes. Tapi, masih ada harapan di ganda putri. Jadi ketika mereka menang, semua group WA Golf saya bangga, terharu dan ada juga yang menangis.
Demikian keterangan tertulis Cing Cing Suharsono yang disampaikan kepada GolfJoy – saat pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii – Apriyani Rahayu untuk pertama kalinya merebut gelar juara ganda putri dari cabang olahraga bulutangkis dan merebut medali emas Olympiade Tokyo.
“Saya sangat bangga dengan olahraga apa pun yang atletnya bisa membawa nama bangsa dan negara,” kata Cing Cing lebih lanjut. “Apalagi olahraga bulutangkis adalah olahraga yang sudah mendarah daging dalam diri saya dan keluarga saya sejak saya masih kecil. Walaupun saat ini kami sekeluarga tidak bermain bulutangkis lagi, namun begitu Greysia dan Apriyani merebut medali emas Olimpiade .. langsung saya broadcast ke semua group WA di mana saya tercatat sebagai anggotanya.”
Dan, berbicara olahraga bulutangkis bersama Cing Cing Suharsono, sungguh sangat mengasyikkan – seperti halnya kalau kita bicara masalah golf. Pasalnya, sejak berusia 10 tahun Cing Cing sudah aktif bermain bulutangkis. “Yang melatih Papa saya – yang juga pebulutangkis – sampai saya berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMA.”
“Setelah itu saya masuk ke Perkumpulan Bulutangkis (PB) 56 yang pelatihnya adalah Om Pongoh – Papanya Lius Pongos di Jalan Jambu rumahnya Om Oto Malik .. Dua tahun saya gabung di PB 56. Beberapa kali saya ikut kejuaraan bulutangkis di tingkat DKI. Setelah habis masa taruna saya di PB 56, saya melanjutkan kuliah dan tidak bermain bulutangkis karena cedera lutut,” papar Cing Cing Suharsono yang satu Angkatan dengan pebulutangkis terkenal Richard Mainaky – kakak kandung Reksy Mainaky.
Sungguhpun Cing Cing Suharsono hanya menyaksikan final bulutangkis ganda putri Indonesia versus ganda putri China tersebut melalui televisi, dia dapat merasakan “atmosfir” semangat dan kerjasama Greysia – Apriyani yang sangat padu dan nyaris tanpa cacat. Sehingga ketika acara pengalungan medali berlangsung dan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, momentum tersebut mampu membuat seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia merasa bangga sekaligus terharu bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata.
Atas keberhasilannya menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia melalui cabang olahraga bulutangkis di ajang Olimpiade Tokyo – seperti diketahui – Greysia dan Apriyani akan mendapat hadiah sebesar Rp 5 milyar dari Menteri BUMN Erick Thohir.
Dan, kabar terbaru, Apriyani Rahayu mendapatkan apresiasi berupa uang tunai Rp 100 juta dari keluarga besar salah satu pengusaha lokal (Kendari), Sulawesi Tenggara bernama Sitya Giona Nur Alam yang tidak lain adalah puteri mantan Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam.
Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pun ikut larut dalam kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Sandiaga Uno berjanji akan memberikan hadiah jalan-jalan ke enam destinasi wisata unggulan sebagai bonus – karena telah mengharumkan nama Indonesia.
(Toto Prawoto)
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!
