Federasi Golf ASEAN (Asean Golf Federation / AGF) mengadakan Rapat Umum Tahunan (RUT) pada Kamis, 11 Juli 2024 pukul 09.30 waktu setempat di Seletar Country Club, Singapura.
Pertemuan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan pertandingan beregu yang meliputi Putra Cup, Lion City Cup, Santi Cup, dan Kartini Cup yang dikenal sangat prestisius itu.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh delegasi dari Brunei, Kamboja, Hong Kong-Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Asosiasi Golf Internasional Guanxi-ASEAN, Tiongkok. Delegasi Indonesia sendiri diwakili oleh Ketua Bidang Kejuaraan & Prestasi PB PGI Adi Saksono dan Ketua Sub Bidang Junior Andri Armansjah.
Sorotan utama dari RUT AGF ini adalah persetujuan bulat atas beberapa amandemen penting terhadap Piagam AGF. Di antara perubahan yang paling menonjol adalah diperkenalkannya posisi Ketua pada Komite Manajemen. Tan Chong Huat, Presiden Asosiasi Golf Singapura saat ini, terpilih sebagai Ketua AGF, yang akan menjabat selama empat tahun. Vu Nguyen, Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Golf Vietnam, ditunjuk sebagai wakilnya, juga untuk masa jabatan empat tahun.
Pertemuan tersebut juga merayakan penerimaan resmi Asosiasi Golf Internasional Guanxi-ASEAN sebagai anggota afiliasi AGF. Penambahan ini menandai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan federasi dan membina kolaborasi yang lebih besar di kawasan ini.
Diskusi pada RUT AGF juga membahas lokasi Kejuaraan Tim Golf ASEAN di masa depan. Lokasi berikut telah dikonfirmasi, antara lain: di Filipina pada 2025, Hong Kong, Tiongkok 2026, Kamboja 2027, dan Brunei Darussalam 2028.
Sebagai langkah ke depan, Ketua Asosiasi Golf Internasional Guanxi-ASEAN mempersembahkan China ASEAN Series Tour, sebuah inisiatif menarik yang merupakan bagian dari China Tour. Kementerian Olahraga Tiongkok telah setuju untuk mengadakan tiga seri China Tour di luar Tiongkok, dimana Malaysia dan Singapura dipilih untuk menjadi tuan rumah didua seri pertama. Lokasi seri ketiga belum diputuskan.
Menambah semangat kolaboratif acara tersebut, RUT AGF juga menjadi saksi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Singapore Golf Association (SGA) dan Malaysian Golf Association (MGA), serta antara SGA dan National Golf Association of the Philippines. MoU ini bertujuan untuk memupuk ikatan yang lebih kuat dan saling pengertian melalui kegiatan dan pengalaman bersama, mendorong persatuan dan pembangunan dalam komunitas golf di kawasan ini.
Untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama, para anggota AGF sepakat untuk mengadakan pertemuan dua kali setahun. Frekuensi ini akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi anggota untuk bertukar ide dan strategi untuk mengembangkan dan memperkuat olahraga golf di negaranya masing-masing.
Selain itu, AGF berencana untuk menghubungi badan utama ASEAN untuk mendapatkan bantuan dan kolaborasi, dengan tujuan untuk meningkatkan dukungan yang lebih luas terhadap inisiatif-inisiatifnya.
Ketua AGF yang baru terpilih, Tan Chong Huat, mengungkapkan rasa terima kasihnya, dengan menyatakan, “Saya sangat tersanjung atas kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh para anggota AGF. Bersama-sama, kami akan bekerja tanpa kenal lelah untuk memajukan kepentingan golf di wilayah kita dan mendorong kesatuan yang lebih besar di antara asosiasi anggota kita.”
Sekretaris Jenderal Dato’ Zulkifli Ismail menambahkan, “Kami menantikan peningkatan partisipasi dan keterlibatan dari setiap anggota asosiasi (AGF). Upaya kolektif kami pasti akan mengarah pada masa depan golf yang lebih cerah di kawasan ASEAN.”
RUT AGF ini berakhir dengan hasil yang positif, dimana semua anggota berkomitmen pada visi bersama untuk membawa golf ke level yang lebih tinggi di Asia Tenggara.
