Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) menyelenggarakan turnamen golf amal bertajuk GPIB Charity Golf Tournament “Charity for a Better Education & Health” di Pondok Indah Golf Course pada Kamis 25 September 2025. Tak kurang dari 144 peserta memainkan putaran mereka sejak pukul 07:00.
Seluruh peserta menyelesaikan permainan mereka sebelum pukul 12:30 yang dilanjutkan dengan makan siang dan penyerahan hadiah.
Menurut laporan ketua panitia turnamen Miranda Goeltom, acara turnamen ini mendapatkan dana hampir 2,4 miliar rupiah. Sebagian besar dana tersebut disumbangkan untuk beasiswa para mahasiswa dari daerah terpencil Indonesia.
“Tujuan utama dari Charity Golf Tournament ini adalah untuk mencari dana bagi suatu proses pendidikan yang terkait dengan pendidikan, dengan kesehatan. Sebagian besar atau hampir semua dari hasil charity tournament ini akan diberikan untuk beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa dari daerah-daerah terpencil yang sangat kekurangan, sangat tidak cukup,” kata Miranda yang pernah menjabat deputi senior Gubernur BI masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Terima kasih banyak kepada para peserta dan seluruh sponsor. Tanpa kalian semua, golf tournament ini tidak ada apa-apanya,” tambah Miranda.
Acara ini disponsori oleh perusahaan-perusahaan antara lain Petrodrill Manufaktur Indonesia, Amman Mineral, BRI, Sinarmas, TNT Group, Bank Mandiri, BCA, Siloam, BCA, BNI, dan CIMB Niaga.
Yayasan Pendidikan Kristen (Yapendik) GPIB menerima manfaat dari acara charity ini yang akan menyalurkan beasiswanya.
Ketua Umum Yapendik GPIB Dr. Oloan P. Siahaan turut menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada para peserta dan sponsor.
“Yapendik ini menaungi 80 sekolah-sekolah di daerah terpencil dan satu sekolah tinggi kesehatan di Surabaya yaitu STIKES Griya Husada Surabaya. Sampai saat ini sekolah ini telah menghasilkan hampir 2000 bidan di daerah terpencil di Indonesia. Kami terus berupaya mencarikan beasiswa bagi para mahasiswanya,” kata Oloan.
Sekjen Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha yang hadir mewakili Menteri Kesehatan menyambut baik acara ini.
“Saya berterima kasih atas inisiasi ini untuk memberikan beasiswa kepada tenaga kesehatan kita, terutama untuk perawat di daerah terpencil. Saya pernah ke sana, memang sangat luar biasa susahnya. Para ibu hamil, tidak ada dokter, maka bidan menjadi kuncinya. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas inisiasinya dan juga para sponsor, para donatur dan peserta turnamen ini. Harapan kami ini sebagai momentum untuk memanfaatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus melakukan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor dan juga seluruh pemangku kementingan,” kata Kunta.
Turnamen ini menawarkan banyak hadiah. Selain hadiah hole in one tiga mobil keren, ada banyak lucky draw mulai dari peralatan rumah tangga, perlengkapan golf, TV layar lebar, sepeda, hingga grand lucky draw uang tunai total 55 juta rupiah.
