FeaturedLeaderboardTour News

Impian Foong Zi Yu Jadi Nyata, Malaysia Raih 4 Gelar Juara di 40Th MLAO 2026

Indonesia berada di posisi ke-6 pada kategori Team Division, dan Elaine Wijaya finis di ties 6 Open Division.

Raut wajah penuh suka cita dan senyum nan sumringah terpancar jelas pada Presiden Malaysia Amatuer Ladies Golf Association (MALGA) sekaligus Ketua Penyelenggara turnamen 40Th MLAO 2026 YAM Tunku Puteri Puan Sri Dato’ Seri Jawahir binti Almarhum Tuanku Ja’afar, kala dirinya menutup tirai kejuaraan Malaysian Ladies Amateur Open 2026 edisi ke-40 di ruang serbaguna club house Glenmarie Golf & Country Club pada Kamis petang, 30 Juli 2026.

Suasana bahagia di hati Dato’ Seri Jawahir itu, tak lain, lantaran pada momen perayaan empat dekade turnamen MLAO ini, sebagai tuan rumah, kejuaraan ini sukses diikuti sebanyak 120 pegolf amatir wanita dari 12 negara. Rekor itu menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan MLAO sejak tahun 1986.

Tidak hanya itu, kebahagiaan lain Dato’ Seri Jawahir karena kegemilangan pegolf amateur wanita Malaysia menyabet seluruh gelar juara dari empat kategori yang dipertandingkan. Mulai dari kategori tim, mid-amateur, senior, dan yang paling bergengsi adalah kategori Open Division.

Pertama, dari Senior Division yang diikuti sebanyak 39 partisipan. June Yap Choy Heong, pegolf yang pernah mencetak hole in one di monthly medal bulan Februari 2020 di TPC Kuala Lumpur di hole #4, akhirnya sukses menjadi yang terbaik di MLAO edisi ke-40. Selama tiga round, June Yap mencetak total skor 154 (81-73-81) atau 10-over par.

Kedua dari Mid-Amateur Division yang diramaikan sebanyak 29 ladies golfers. Adalah pegolf binaan NJDP MGA dan PKNS berusia 15 tahun atas nama Nurfathya Emylda binti Azrul Nizam menjadi yang terbaik. Fathya, begitu ia disapa, harus bersaing ketat dengan kompatriotnya Rea Khameela binti Ross Hafizal sejak round pertama. Dan meski di final round dirinya hanya sanggup meraih skor 75 akibat keletihan karena panasnya cuaca di Glenmarie GCC pada Kamis siang itu.

“Saya merasa agak lelah pada hari terakhir karena cuacanya panas. Pada hari terakhir, skor saya lebih buruk dibandingkan putaran kedua karena saya melakukan banyak kesalahan saat melakukan putting, serta masalah pada kondisi mental saya. Saya merasa sangat senang saat memenangkan kategori Mid-Amateur dan mampu mempertahankan skor yang bagus selama tiga hari. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya yang selalu menjadi pendukung terbesar saya, para pelatih, serta Tim NJDP & Tim PKNS. “Go NJDP, Go PKNS,” begitu ujar Fathya kepada Media GolfJoy Indonesia, bangga.

Pada kategori Team Division yang dipertandingkan sebanyak dua round pada round pertama dan kedua di hari Selasa dan Rabu (28-29/7/2026), Tim Malaysia 1 yang diperkuat tiga pegolf yaitu Xin Yao Wang, Foong Zi Yu, dan Nur Batrisyia Balqis, dimana ketiganya merupakan anggota MALGA, berhasil menjadi yang teratas. Selama dua round yang dimainkan, Tim Malaysia 1 sukses mengkoleksi 288 pukulanan (147-141) atau even par.

Sedangkan Tim Indonesia yang diwakili Elaine Wijaya, Sania Talita Wahyudi, dan Ni Putu Alida Brigitte Lie, harus puas bertengger di posisi keenam setelah ketiganya mengumpulkan akumulasi gross 297 (152-145).  

Dan terakhir, di kategori Open Division, dua pegolf amateur Wanita Malaysia, yakni Foong Zi Yu dan Amberly Zaira Zamri, yang juga keduanya adalah anggota dari MALGA, menyabet gelar juara.

Zi Yu dan Amberly yang sama-sama menorehkan total gross yang sama, yaitu 215, tak ayal harus menjalani babak playoff sebanyak tiga kali untuk menentukan siapa pemenang yang berhak mengangkat tropi bergilir MLAO edisi ke-40.

Babak playoff ketiga yang berakhir tepat pada pukul 03.45 waktu Kuala Lumpur, akhirnya dimenangi oleh Zi Yu setelah meraih par dan Amberly menorehkan bogey.

“Sejujurnya, saya tidak keberatan berbagi posisi pertama… saya tetap merasa senang. Meskipun saya kalah dalam playoff di hole tambahan ketiga, rasanya tetap seperti sebuah kemenangan bagi saya. Perjalanan golf saya sudah panjang dan penuh pasang surut, namun kecintaan saya pada olahraga ini serta dukungan dari keluarga dan pelatih selalu membuat saya terus melangkah. Saya sangat bersyukur atas pencapaian sejauh ini, dan antusias menyambut apa yang akan datang,” ucap Amberly Zaira kepada Media GolfJoy Indonesia via gawai WhatsApp

“Menurut saya, permainan saya cukup solid di putaran terakhir, meskipun ada beberapa kesalahan yang sebenarnya bisa saya hindari. Sejujurnya, saya sempat merasa agak lelah saat playoff, terutama karena harus memainkan hole ke-18 sebanyak tiga kali. Namun, saya berusaha tetap tenang, fokus pada setiap pukulan, dan terus berjuang hingga akhir. Saya sangat senang dengan cara saya menghadapinya.”

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama MLAO. Terutama kepada keluarga, pelatih, teman-teman, dan TBGA yang senantiasa mendukung saya. Terima kasih juga kepada MALGA yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Saya sangat menghargai semua orang yang telah memberikan semangat dan membantu saya sepanjang minggu ini,” pungkas Amberly Zaira.

Sementara itu, kesuksesan Zi Yu di MLAO ini laksana impian yang menjadi kenyataan. Pasalnya, pegolf berusia 20 tahun itu sangat menginginkan menjadi sang juara MLAO setelah di gelaran MLAO edisi ke-39 tahun 2025 lalu, dirinya hanya sanggup menjadi 1st runner up saja.

“Turnamen MLAO ini sangat berarti bagi saya, dan bisa memenangkannya terasa melegakan, sekaligus memuaskan karena saya selalu memimpikan kemenangan ini. Permainan saya benar-benar stabil dan aman, ada beberapa lubang yang agak sulit, tetapi saya berhasil melakukan recovery shot yang sangat bagus. Saya juga tidak menyangka pukulan putt di lubang ke-18 akan masuk, jadi saya cukup senang bisa mengakhirinya (playoff) dengan catatan yang manis. Menjalani babak playoff selalu menjadi momen yang menegangkan. Hasil seri di dua hole pertama memang membuat saya merasakan tekanannya, namun saya mengandalkan pengalaman masa lalu saya, dan kemampuan untuk tetap fokus melakukan pukulan yang bagus di hole ketiga sehingga membuat segalanya terasa lebih ringan secara mental. Maksud saya, ini adalah salah satu ajang yang selalu ingin saya menangkan, setelah tahun lalu hanya finis di posisi kedua, kali ini saya datang dengan tekad untuk bersaing memperebutkan gelar juara, dan kini setelah berhasil mewujudkannya, rasanya sangat melegakan. Perjuangan panjang untuk sampai di titik ini benar-benar terbayar tuntas. Terakhir, tentu saja, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada MALGA yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk berpartisipasi dalam acara ini, serta kepada Glenmarie yang telah menjadi tuan rumah acara tersebut. Saya juga harus berterima kasih kepada keluarga dan orang-orang yang telah mendukung saya sepanjang perjalanan ini; rasa terima kasih saya tujukan kepada mereka,” demikian ucap Zi Yu kepada Media GolfJoy Indonesia melalui gawai WhatsApp atas perantara General Manager MALGA, Surimah Ismail.

Teruntuk sepakterjang Tiga Srikandi Golf Pertiwi pada Open Division 40Th MLAO 2026, atas nama Elaine finis di posisi ties 6 setelah meraih total skor 222 (75-69-78) atau 6-over par. Sania berakhir diurutan ke-13 dengan total skor 226 (77-76-73) atau 10-over par. Sedangkan Alida berada di peringkat ke-34 setelah menorehkan total pukulan 236 (80-79-77) atau 20-over par.

Related posts

Rickie Fowler Harus Berjuang Keras untuk Lolos Playoff FedExCup & Ryder Cup

Hasim

Tournament of Champions Tanpa Woods dan Koepka

Tiara

Siapa Pemain PGA Tour dengan Statistik Driving Terbaik?

Hasim

Leave a Comment

4 × five =