“Sudah minum?”

Demikian kata yang senantiasa terucap setiap GolfJoy meliput event, baik berskala nasional, regional maupun internasional, di mana Julius Djohan bertugas sebagai wasit.

Belum sempat GolfJoy menjawab, Om Ju—begitu GolfJoy menyebut namanya—langsung menyambung kalimatnya:

“Kalau belum minum .. Itu di cart ada air mineral. Ambil aja. Ada juga box berisi snack.”

Kemudian kami berjalanan menuju cart. Tanpa basa basi lagi Om Ju segera mengambil air mineral dan diberikan kepada GolfJoy.

“Ada dispute, Om Ju?” tanya GolfJoy setelah membasahi tenggorokan dengan air mineral pemberian Om Ju.

“Iya,” sahutnya, cepat. “Biasa kesalahan elementer tentang men-drop bola yang benar.”

Dialog santai, penuh keakraban dan inspiratif tersebut (karena Om Ju senang berbagi ilmu kepada siapa pun termasuk wartawan) tidak akan GolfJoy jumpai lagi di lapangan saat bertemu dengan Julius Djohan karena pendiri AWGI (Asosiasi Wasit Golf Indonesia) kelahiran Bangka Belitung 27 Juli 1948 telah meninggal dunia pada 21 Maret 2020 karena sakit.

Banyak yang merasa kehilangan atas meninggalnya Julius Djohan. Dian Mariyun, Sekjen Klub Blue Tee, mengungkapkan almarhum bergabung di Blue Tee sejak tahun 2003. “Julius orangnya baik, sangat rendah hati dan suka menolong sesama teman. Saya sangat kehilangan atas meninggalnya Julius Djohan.  Semoga semua amal dan perbuatan baiknya di dunia ini bisa menjadi sebuah keberkahan bagi kita semua,” kata Dian. Menurutnya, selama 17 tahun di Blue Tee, dia tidak pernah ada masalah dengan teman-teman anggota atau pengurus. “Dia orangnya committed banget dan santun,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kang Erry, wasit golf dari Bandung yang sering kerja bareng di lapangan mewasiti turnamen. “[Pak Julius] orang yang sangat baik, perhatian, tanggung jawab, loyalitas dan dedikasi pada dunia golf sangat tinggi, banyak membantu kawan, tidak pernah tersinggungan dengan orang lain. Pokoknya segala yang baik-baik ada di beliau lah,” kata Kang Erry.

Ada satu hal yang selalu ditegaskan Om Ju kepada GolfJoy bahwa tidak ada istilah tua untuk belajar dan/atau mempelajari sesuatu.

“Saya bersyukur karena saat ini segala macam informasi dapat kita peroleh di dunia maya: dari informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sampai informasi yang valid, termasuk info terkini yang berhubungan dengan olahraga golf,” katanya suatu hari kepada GolfJoy saat bertemu di lapangan golf saat almarhum bertugas sebagai wasit. “Dan, sebagai wasit saya sangat beruntung karena setiap saat saya bisa meng-up date segala ilmu yang berhubungan dengan golf yang sedang saya jalani saat ini,” tambah Om Ju yang, selain dikenal sebagai pendiri AWGI, juga menduduki jabatan sebagai Committee Rule of Golf dan pembina Jakarta Golf Club (JGC) Junior Academy of Golf, Rawamangun – Jakarta Timur.

Momentum seperti ini tidak akan kita temukan lagi di golf course. (foto oleh Toto Prawoto)

Selain ramah kepada siapa saja yang dijumpainya di lapangan dan memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap perkembangan olahraga golf di Indonesia —- seperti yang disampaikan Cing Cing Suharsono kepada GolfJoy —- Om Ju juga senang berbagi informasi.

Paling tidak, kalau GolfJoy membutuhkan nomor kontak seorang narasumber yang sulit dihubungi, dengan senang hati Om Ju memberi nomor kontak yang dibutuhkan. “Bilang aja kalau Toto dapat nomor kontak beliau dari saya,” katanya dengan suara datar dan tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Dan, ternyata, narasumber yang sulit dihubungi tersebut, setelah GolfJoy menjelaskan bahwa nomor kontak tersebut diperoleh dari Julius Djohan, narasumber tersebut segera merespon.

Oleh karena itu, penulis yang saat ini menjadi bagian dari crew GolfJoy, sungguh sangat kehilangan dengan meninggalnya Om Ju.

R.I.P. untuk Julius Djohan.