Pandemi Covid – 19 memang sangat berdampak di dalam setiap aspek kehidupan. Dan, hal tersebut pun sangat dirasakan oleh Jordan Irawan — pegolf profesional kelahiran Surakarta 1 November 1995 yang besar di Bandung ini — saat berbincang bersama GolfJoy pada Sabtu (17/04/2021).

Betul bahwa akibat dari dampak yang sama pun memang sangat dirasakan oleh para pegolf profesional lainnya di negeri ini.

Tapi, karena bukan rahasia umum lagi bahwa banyak pro di negeri ini yang juga dikenal dan bekerja sambilan sebagai teaching — berbekal sertifikat atau tidak — maka mereka masih bisa “bernafas” panjang.

Sementara Jordan justru sebaliknya. Bujangan berusia 26 tahun ini pure mengandalkan kehidupan sehari-harinya dari kepiawaiannya mengayunkan stick golf.

Sehingga dengan adanya pandemi Covid – 19 yang melanda negeri ini sejak Maret 2020, Jordan hanya menunggu dan menunggu kapan pandemi tersebut akan berakhir dan kompetisi PGA Tour of Indonesia berputar kembali.

Sadar bahwa “pekerjaan yang paling membosankan di dunia ini adalah menunggu”, maka Jordan langsung ‘cancut-tali-wandha‘ atau segera bangkit untuk membuktikan keberadaan dirinya.

Bersama Putri Ayu Arca — sang pacar yang berdarah Manado-Jawa — Jordan Irawan merintis usaha di bidang makanan dan minuman non alkohol di kawasan Jalan Raya Ciater, Serpong – Tangerang Selatan, sejak 14 Februari 2021.

Meskipun Soberger & Coffee belum genap tiga bulan dibuka, namun tingkat kunjungan tamunya membuat Jordan merasa tidak “salah jalur” merintis usaha yang sama sekali tidak hubungannya dengan golf tersebut.

“Kalau siang yang kongkow di sini beragam orangnya, Om. Di antaranya adalah pemilik kendaraan yang mobilnya sedang diservice di bengkel  sebelah soberger .. Sore antara jam lima sampai jam delapan malam, yang berkunjung umumnya family .. Setelah itu, dari jam delapan malam hingga menjelang soberger tutup pada jam sepuluh malam, pengunjungnya umumnya anak-anak muda,” jelas Jordan dengan bahasa yang lancar dan diselang-seling dengan senyum. “Oiya .. kami juga melayani pembeli on line, Om,” tambahnya, menegaskan.

KONSEN DI LOCAL TOUR

Lalu bagaimana aktivitas Jordan di olahraga golf? Mendengar pertanyaan ini, Jordan segera menyahut: “Golf tetap terus berlanjut. Enggak mungkin saya meninggalkan olahraga yang telah menghantarkan saya dengan banyak teman, sahabat dan relasi.”

Seperti diketahui, sebelum beralih menjadi pegolf profesional pada 2014, putera sulung dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki (Jordan, Jobel dan Yohem) dari pasutri James dan Wati tersebut, Jordan memang dikenal sebagai pegolf handal – baik saat masih junior maupun saat mengikuti.kompetisi amatir di republik ini.

Dia pernah mewakili negara dan bangsa di kancah persaingan golf amatir seperti Putra Cup, Lion Cup, Nomura Cup, ASEAN Schoil Games dan SEA Games di Myanmar.

Tak hanya itu. Sebagai pegolf amatir kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, yang pada usia 9 tahun mulai mengenal golf setelah keluarganya pindah dan menetap di Bandung sampai hari ini, Jordan Irawan pun tampil di PON XVIII Pekanbaru – Riau di bawah bendera Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Usai PON XVIII — seperti sesama pegolf dari daerah lainnya di Indonesia — Jordan Irawan pun menanggalkan status sebagai pegolf amatir dan beralih ke profesional.

Meskipun si Jo — sapaan akrab para jurnalis yang ditujukan kepada Jordan Irawan — di ajang persaingan pro belum se-“moncer” rekan-rekannya, namun dia tetap all out. Paling tidak dia dalam setiap turnamen yang masuk ke dalam calender of event-nya PGA Tour of Indonesia bisa lolos cut off dan di akhir turnamen namanya tertulis di zona price money. 

Sebelum pandemi Jordan Irawan pernah juga menjadi juara di ajang PGA Tour of Indonesia yang diselenggarakan di Sawangan beberapa waktu lalu.

Bahkan dia tak hanya sebatas tampil pada level lokal tapi juga tampil di tingkat regional Asia yang digelar di Singapura, Malaysia dan Bangladesh dengan biaya sendiri.

Terakhir Jordan juga tampil dalam event Rudy A.P Lisapally Cup presented Iskandar SE yang berlangsung di Padang Golf Pangkalan Jati, Cinere, Depok.

“Ada turnamen atau tidak saya tetap latihan di driving range BSD dan di Albatros. Minimal 200 bola yang saya pukul,” kata Jordan Irawan yang kini mengontrak rumah di daerah Pamulang, Tangerang – Selatan tak jauh dari kediaman Ayu, sang pacar.

Ketika GolfJoy menyinggung kembali mengenai Soberger Coffee-nya yang dikaitkan dengan “normalisasi” turnamen pro di dalam negeri pada masa yang akan datang, Jordan Irawan menyatakan bahwa dia tetap akan melanjutkan usaha yang dirintis bersama sang pacar tersebut.

“Kalau saya enggak ada, kan ada Ayu yang memiliki back ground di bidang perhotelan, Om?!’ tegas Jordan Irawan. “Ayu tahu kalau saya pegolf dan dia sangat mensupport saya,” tambahnya, menegaskan.

“Jo .. andaikata .. Ini masih sebatas berandai-andai … Kalau turnamen pro di Indonesia dan Asia kembali.normal seperti sebelum ada pandemi Covid – 19, apakah Jo akan tampil di kedua event tersebut?”

*Enggak, Om,” sahut Jordan, cepat. “Saya akan berkonsentrasi full pada event lokal … Tapi, memang, tak menutup kemungkinan bahwa saya juga akan berpartisipasi dalam event pro di luar negeri terutama kalau apa yang saya rintis bersama Ayu sudah berjalan normal seperti yang diharapkan oleh kami berdua,” tambahnya.

“Optimis, Jo?”

“Harus, Om!”

Dan, optimiisme Jordan Irawan bukan sekadar basa-basi. Terbukti pada Mei mendatang dia akan merekrut pegawai baru untuk bahu-membahu dengan 5 orang pegawai yang saat ini sudah ada.

“Walaupun imbalan yang kami berikan kepada pegawai kami belum sama dengan usaha sejenis yang ada di tempat lain, namun kami tetap bersyukur kepada Tuhan karena kami masih mendapat kesempatan untuk berbagi, Om,” kata Jordan Irawan mengakhiri obrolannya bersama GolfJoy.

Oke, Jo! Godbless!!

(Tulisan dan foto oleh Toto Prawoto)