FeaturedKomunitas

Lima Garuda Muda Tuai Pengalaman Berharga dari Hainan Junior Golf Tournament

Pengalaman Hainan Junior Golf Tournament untuk mengukur kemampuan diri lima Garuda Muda Indonesia.

Perjuangan Garuda Muda Indonesia di ajang Oak Forest Cup Hainan Junior Gol Tournament 2024 di Provinsi Kepulauan Hainan, China, pada Jum’at hingga Minggu, 27 – 29 September 2024, akhirnya selesai sudah.

Kelima tunas muda golf Indonesia yang diperkuat oleh Teuku Husein M Danindra, Galih Ananta Wiratno, Rama Okhsa Aridya, Naufal Abdul Aziz Lesmana, dan Raffa Fathikayana, telah sepenuh jiwa dan raganya menuntaskan perjuangan selama tiga round demi mengharumkan Merah-Putih di mancanegara.Turnamen internasional yang merupakan rangkaian seri di beberapa negara regional Asia setiap tahun itu bertujuan memberikan kesempatan pada pegolf junior untuk menimba pengalaman bertanding sejauh-jauhnya, dan sering-seringnya.

Seperti halnya ungkapan yang sangat masyur di Islam bahwa, Menuntut ilmu lah hingga ke Negeri China.Turnamen Hainan Junior Golf ini, diungkapkan Manager Tim Indonesia yang juga sekaligus Ketua Sub Bidang Pembinaan Junior PB PGI Andri Armansjah, pastinya menjadi suatu pelajaran dan pengalaman buat mereka berlima bermain di level internasional. Mereka (selain Husein) bertemu dengan pegolf junior dari Korea Selatan yang akhirnya mencetak kemenangan dengan total skor 5 under sekaligus pemenang overall, Huh Seungwan. Juga pegolf dari China, Malaysia, Banglades, Filipina, Malaysia, serta Vietnam juga bertarung di B Boys Division.

SHOW MORE IMAGES +

“Alhamdulillah, golf journey anak-anak berjalan dengan lancar. Di round pertama memang mereka masih struggle dengan kondisi lapangan Oak Forest Golf Club. Di Mountain Course, dimana Rama dan Husein sangat struggle. Di hari kedua Husein juga masih jalani proses recovery permainannya, dimana ada beberapa hole dia masih membuat kesalahan. Dan di final round, Husein kembali ke game-nya dengan main 74. Begitu juga dengan Galih yang berhasil bermain satu under. Sementara Rama dan Aziz juga tampil bagus,” demikian ungkap Andri Armansjah mengenai general riview petualangan Garuda Muda di Hainan.Bagi Galih, ia akhirnya mampu membuktikan kepada diri sendiri, bahwa permainannya bisa improved dari ronde ke ronde, dan akhirnya ia berhak menerima sertifikat penghargaan Top 6 Players disetiap Divisi A-B Putra dan Putri atas keberhasilannya.

“Rahasia permainan aku sebenarnya nggak jauh-jauh dari latihan yang konsisten dan fokus pada pengembangan mental. Aku selalu berusaha menetapkan target spesifik di setiap turnamen. Aku juga banyak berlatih untuk tetap tenang di bawah tekanan, apalagi di final Hainan Junior Golf Tour ini, aku bener-bener fokus untuk nggak kebawa emosi, dan tetap percaya sama skill yang sudah aku latih selama ini. Aku ngerasa setiap turnamen adalah kesempatan buat membuktikan bahwa aku bisa berkembang, jadi nggak cuma soal menang, tapi lebih ke gimana caranya improve dari satu ronde ke ronde lain,” ungkap Galih kepada Media GolfJoy lewat gawai WhatsApp.

Galih juga bertutur lebih lanjut, “Berada di posisi ke-6 dengan total skor 224 (+8) dari 31 pegolf di B Boys Division dalam turnamen internasional rasanya campur aduk. Di satu sisi, aku bangga karena bisa bersaing di level internasional, dan hasilnya nggak buruk, apalagi ini pertama kali bertanding di China buat aku. Tapi di sisi lain, aku juga merasa ada ruang untuk lebih baik. Aku ngerasa, dengan sedikit lebih banyak latihan dan fokus, aku bisa naik peringkat lagi di turnamen berikutnya. Yang paling penting, aku bersyukur banget bisa dapat pengalaman berharga ini. Bermain di luar negeri punya tantangan tersendiri—dari cuaca yang beda, lapangan yang nggak familiar, sampai tekanan bertanding dengan lawan dari berbagai negara.”

Tidak berbedanya dengan Rama Oksha yang memperlihatkan permainan yang improved dan penuh perjuangan di Oak Forest di Hainan.

“Selama tiga hari cuacanya sangat panas, lucky-nya ada ac di cart-nya. Setiap hari challenge-nya berbeda-beda di sisi teknis dan non teknis. Hari pertama, first nine saya kurang bagus, tapi bisa came back di second nine. Di second day, overall very good. Tapi di hari ketiga seperti kurang beruntung sehingga tidak sesuai game plan. Secara overall pencapaiannya baik, bisa bermain satu pairing dengan player dari Korea, Hongkong, Thailand dan teman se-Tanah Air Indonesia dan bisa berkompetisi dengan baik. Tapi saya merasa masih ada yang harus di-improve untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkap Rama yang akhirnya berada di ties 10 di klasemen B Boys Division dengan total skor 232 atau 16 over par.

Sementara itu, pengalaman kedua bertanding di level internasional di luar negeri nyatanya punya kesan tersendiri bagi pelajar SMAN 8 Bandung, Jawa Barat, Naufal Abdul Aziz Lesmana.

“Perasaan deg degan, seneng, dan bangga bisa main di turnamen internasional di luar negri, dan juga dengan ikut turnamen Hainan ini semakin memotivasi aku untuk main lebih bagus lagi. Perjuangan aku naklukin Oak Forest kemarin, aku main aman aja karena lapangannya sempit-sempit dan cukup pendek.”

Dinyatakan pula oleh Aziz, bahwa di turnamen Hainan dirinya bermain lebih enjoy dibanding kala dirinya meramaikan turnamen MAJIIC 2024 di Selangor Malaysia sepekan sebelumnya. “Kalau di Malaysia, jujur sih aku gugup banget, Om, karena pertama kali main di luar negeri, jadi kaya langsung mempengaruhi ke game plan aku. Waktu di Hainan aku sudah lebih enjoy dan gak terlalu tegang,” jelas Aziz lagi yang di Hainan Junior Golf Tournament berhasil mengemas total skor 231 atau 15 over par dan bercokol di posisi ties 8.

Di turnamen ini, dibenarkan oleh Andri Armansjah, meski beberapa negeri turut berpartisipasi, tetapi mereka tidak menurunkan pegolf junior berkualitas atau ring satu mereka. Dan perhelatan Hainan Junior Golf itu sendiri lebih condong kepada membentuk networking diantara negara peserta untuk mem-build up para pegolf junior masing-masing negara peserta.

“Tujuan turnamen ini, utamanya bukan adu jago diantara peserta pegolf junior itu. Panitia mengundang para pesertanya yang memiliki poin WAGR, yang mana posisinya tidak terlalu tinggi, namun lumayan berkelas, tetapi memang bukan para number one atau big 50 dari regional Asia yang diturunkan. Kita juga telah memantau dimana peserta dari Hong Kong maupun Thailand bukanlah menurunkan para pegolf number one-nya. Bahkan ada dari para pesertanya merupakan pegolf berstatus development golfer seperti Malaysia yang masuk dalam skuad NJDP (National Junior Development Program) mereka. Bayangkan saja, bahkan di A Boys Division masih ada yang bermain dengan total skor plus 62 atas nama Ninnart Pokpong asal Thailand. Harapan saya, anak-anak bisa belajar dan mengambil pengalaman berharganya dari turnamen Hainan ini agar untuk lebih semangat lagi dalam mengukur diri sendiri, kemampuan kita seperti apa, dan juga bisa berkenalan dengan teman-teman baru dari negara lain,” ujar Andri Armansjah.Ya, Oak Forest Golf Club Hainan, China, tak pelak, telah memberikan pengalaman berharga ke lima Garuda Muda Indonesia.

Semoga sepulang dari Hainan, anak-anak kembali belajar dan berlatih lebih kuat, semangat, gigih, serta rajin lagi. Hal ini melihat perbandingan antara junior luar negeri dan junior-junior kita.

Related posts

Mandiri Indonesia Open 2025: Golfer Indonesia Siap Bersaing dengan Para Bintang Asian Tour 

Hasim

Ngabuburit Bareng Par 3 Challenge di Modern Golf

Toto Prawoto

The Match Sudah Mulai Memanas

Hasim

Leave a Comment

two × 3 =