Menjelang event Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented by Iskandar SE yang berlangsung pada Rabu (07/04/21) dan Kamis (08/04/21), hujan lebat mengguyur kawasan Jabodetabek dan sekitarnya sejak dini hari — tepatnya pada Rabu (07/04/21) saat ronde pertama turnamen dua hari tersebut akan dimulai.

Junaidi Ibrahim yang bertempat tinggal di Parung, Bogor, dihinggapi keraguan: berpartisipasi atau tidak pada event perdana PGATI yang berlangsung di masa pandemi seperti saat ini.

Gelagat tersebut dilihat oleh sang istri. “Bahkan istri saya bilang, kalau memang masih pusing dan enggak enak badan, enggak usah ikut turnamen juga enggak apa-apa,” kata Junaidi Ibrahim menirukan ucapan isterinya ketika GolfJoy menemuinya di Damai Indah Golf – BSD Course pada Senin (19/04/21) lalu.

Tapi ketika hujan mulai reda, Junaidi Ibrahim memutuskan untuk tampil dalam event tersebut, “Karena saya sudah janji akan berangkat bareng Nasin Surachman,” tukasnya. 

Ketika Junaidi meninggalkan rumahnya di kawasan Parung — dengan mengendarai mobil pribadi — berangkat menuju Pangkalan Jati dia terlebih dulu menjemput Nasin Surachman di sebuah tempat yang dijanjikan di Parung.

Seperti diketahui jelang turnamen Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented Iskandar SE dimulai, hujan yang mengguyur kawasan Jabodetabek sejak dini hari Rabu (07/04/21) pada pukul 06.45 WIB hujan berhenti, sehingga Tee Off pukul 07.00 WIB berjalan tanpa hambatan.

Bahkan hingga ronde #1 event Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented by Iskandar SE berakhir, cuaca tetap bersahabat dan membuat turnamen berjalan lancar di mana Nasin Surachman leading dengan skor 9 under sedangkan Junaidi Ibrahim membayanginya di posisi kedua dengan skor 8 under.

Ronde #2 Nasin dan Junaidi serta seorang pegolf amatir yang berada dalam satu group — bersaing ketat untuk menjadi the best dalam event yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 100 juta tersebut.

Mengaku bermain tanpa beban di Padang Golf Pangkalan Jati yang di beberapa fairwaynya dogleg dan penuh jebakan, Junaidi Ibrahim keluar sebagai juara  Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented by Iskandar SE, dan merebut hadiah utama sebesar Rp 16 juta.

Junaidi mendapat ucapan selamat dari Ketua PGATI Agus Triyono setelah menjuarai Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented by Iskandar SE

“Ini benar-benar berkah dari Allah SWT, Mas,” katanya. “Bayangkan … pandemi Covid – 19 mengakibatkan event pro Indonesia Tour banyak yang ditunda,” tambahnya.

Lebih jauh pro kelahiran 3 Maret 1978 di Lhok Seumawe, Aceh Utara, tersebut mengungkapkan bahwa sebagai teaching pro yang mengajar di BSD (Senin, Rabu dan Jumat) dan di Perkumpulan Akademi Golf Indonesia di Emeralda (Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu) pada awal Covid – 19 melanda Indonesia, “Kurang-lebih selama dua bulan menganggur, Mas,” tukas Junaidi, menegaskan.

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu khususnya ketika pemerintah memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar, perlahan tapi pasti olahraga golf mulai menggeliat kembali.

“Setelah itu, Mas, mulai banyak warga masyarakat yang menyenangi olahraga golf … Saya sampai kewalahan .. “

“Kemudian saya ingin berbagi berkah dengan mengajak teman untuk membantu saya sebagai asisten saya. Ternyata teman-teman semuanya juga sibuk .. Sekarang saja di PAGI (Perkumpulan Akademi Golf Indonesia) ada sekitar 60 murid baru yang belajar golf. Akhirnya saya dan Heri (maksudnya Heri KL) merekrut seorang asisten untuk membatu kami berdua.”

Anak kedua dari 8 bersaudara putra-putri pasangan suami isteri Ibrahim Basyah dan Nafsiyah yang telah dikaruniai tiga orang anak ini (semuanya perempuan) senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, karena dalam situasi dan kondisi seperti saat ini dia masih bisa survive.

Menjawab pertanyaan mengenai hadiah yang diterimanya sebagai juara Golf Legend Indonesia Tour – Rudy A.P. Lisapaly Cup presented by Iskandar SE, Junaidi Ibrahim mengungkapkan – selain untuk menopang kehidupan keluarganya sehari-hari, sebagian dari hadiah tersebut juga disumbangkan kepada para lansia, jompo dan yatim piatu yang berada di sekitar tempat tinggalnya dalam bentuk parcel sembako.

“Jumlahnya 35 parcel sembako. Lima belas dari saya dan yang 20 berasal dari murid saya, Ibu Safitri,” jawab Junaidi Ibrahim sambil menahan haru. “Selain itu, saya juga menyumbang untuk petugas keamanan dan kebersihan di lingkungan tempat tinggal saya ..,” tambah Junaidi Ibrahim mengakhiri obrolannya bersama GolfJoy.

(Tulisan & Foto oleh Toto Prawoto)