FeaturedTour News

Kentaro Nanayama, Danny Masrin Pimpin Indonesian Tourism Golf Pro Series 9

Memasuki series ke-9 dari 30 series yang diagendakan, untuk pertama kalinya sejak Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) yang disponsori oleh PT Indonusa Jasa Pratama dan PT Anargya Aset Manajemen digelar, seorang pegolf amatir berdarah Indonesia – Jepang bernama Kentaro Nanayama memimpin round pertama dengan score sama (Ties) -6 bersama Danny Masrin.

Mereka berdua dikuntit oleh Jonathan Wijono – Elki Kow yang juga membukukan score sama (Ties) -4, serta dibayang-bayangi oleh lima pemain sekaligus yakni Indra Hermawan, Nasin Surachman, Syukrizal, Peter Gunawan dan Fahmi Reza yang juga mencetak score (Ties) -3.

Bahkan Asep Saefulloh, Asep Capri, Ramadhan Alwi dan George William Thacker pun (Ties) masing-masing dengan score -1.

Dari 14 pegolf — satu di antaranya pegolf amatir yang menorehkan angka merah (-) tersebut — hanya Benny Kasiadi yang melenggang sendirian tanpa Ties. Karena BK — sapaan akrabnya — pada round pertama ITGPS #9 yang berlangsung pada Rabu (12 Juli 2023) kemarin di Damai Indah Golf – PIK Course berada di posisi ke 10 dengan score -2.

SENANG MELIHAT ANGKA MERAH
Mencermati “angka merah” (-) yang ditorehkan oleh para pegolf yang tampil bersaing dalam event PGTI – ITGPS yang cenderung terus bertambah jumlahnya secara signifikan sejak Series #1 hingga Series #9, maka tidak terlalu berlebihan ketika Avie K Utomo dalam perbincangan bersama Media GolfJoy di sela-sela tugas dan tanggungjawabnya sebagai Tournament Director ITGPS merasa senang melihat kenyataan tersebut.

“Itu semua adalah suatu bukti bahwa dengan banyaknya turnamen mereka selalu berusaha untuk selalu tampil lebih baik lagi dan lebih baik lagi,” katanya kepada Media GolfJoy pada saat ITGPS #3 berlangsung di Pondok Cabe Golf beberapa waktu yang lalu.

Beberapa Pro yang dikenal sebagai Teaching Pro pun dalam setiap kesempatan bertemu dengan Media GolfJoy mengungkapkan bahwa sejak event ITGPS digulirkan mereka membatasi diri untuk membatasi “tiada hari tanpa mengajar”, karena mereka tetap ingin exist sebagai Pro dalam arti yang sebenarnya.

Betul bahwa Pro yang juga dikenal sebagai Teaching tersebut memang tidak berhenti sama sekali memberi bimbingan dan pelatihan kepada para muridnya.

Tapi, dengan adanya turnamen series seminggu sekali yang diselenggarakan oleh PGTI di lapangan golf yang berbeda, para Pro yang juga dikenal sebagai Teaching tersebut memutuskan untuk tidak setiap hari mengajar.

Dengan kata lain, yang awalnya “tiada hari tanpa mengajar” diubah menjadi dua atau tiga hari full untuk mengajar sedangkan hari-hari lainnya dipergunakan untuk practice dan latihan fisik agar tetap fit ketika mereka tampil bersaing di ajang Indonesian Tourism Golf Pro Series yang masih menyisakan 21 Series tersebut.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas para pegolf yang telah menorehkan angka merah pada round pertama ITGPS #9 Rabu (11 Juli 2023) kemarin, posisi mereka pada round kedua hari ini (Kamis, 13 Juli 2023) masih belum aman 100%.

Sehingga persaingan di round kedua ITGPS #9 hari ini akan semakin ketat, seru dan sekaligus menegangkan.

Ulasan oleh Toto Prawoto
Foto Dokumentasi PGTI


Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


https://ironindo.com/

Related posts

Para Jawara Asia Ramaikan Indonesian Masters

Tiara

Senayan Golf Club Suguhkan Turnamen Carnival yang Heboh

Hasim

Jowi Pimpin Indonesian Tourism Golf Pro Series #5 di Taman Dayu

Toto Prawoto

Leave a Comment

2 × 1 =