MENYIMAK penampilan Lydia Sitorus dan Mochtar yang masing-masing mewakili Kab. Bekasi dan Kalimantan Timur melalui situs gtscore.com dalam South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 3 yang diikuti oleh 5 negara Korea, Malaysia, Thailand, Inggris dan Indonesia sebagai tuan rumah yang berlangsung di Padivalley pada 2 hingga 4 Desember 2025, sungguh sangat mengasyikan terutama dan khususnya menyimak persaingan di Divisi Putra.
Pasalnya, sejak hari pertama hingga hari terakhir terjadi saling kejar mengejar dalam menambah deposit skor antara Mochtar dan Lapassapon Liberto Herasgomez dari Thailand untuk memimpin event SSAO 3 2025.
Betul bahwa dalam event yang sangat prestisius tersebut Lapassapon keluar sebagai Champion dengan total skor 219 pukulan (72-75-72) +3, tapi pegolf asal Thailand tersebut sempat drop saat Mochtar yang akhirnya merebut gelar 1st Runner Up dengan total skor 220 pukulan (75-71-72) +4 pada hari kedua mencetak 71 pukulan atau 1 under.
Sayang sekali pada hari ketiga final SSAO 3 2025, Mochtar drop permainannya dengan mencetak skor 74 pukulan, sementara Lapassapon yang berhasil me-recovery permainannya dengan skor 72 pukulan di hari ketiga final SSAO 3 2025, sehingga akhirnya pegolf asal Thailand tersebut keluar sebagai juara sedangkan Mochtar pegolf asal Kalimantan Timur berada di posisi kedua.

“Permainan di hari pertama dan hari kedua saya tetap fokus di green, karena sudah lama tidak bermain di green yang licin speednya,” ungkap Mochtar saat dihubungi Media GolfJoy setelah kembali dari Padivalley. “Sayang di round terakhir ada yang rusak di driver saya,” tambah pegolf asal Kaltim ketika Media GolfJoy menyinggung kegagalannya merebut juara di SSAO 3 2025.
“Masalah tantangan yang saya temukan yaitu tadi hanya di green dan driver … Kalau lapangannya sangat bagus dan challenging,” katanya.
Meskipun gagal merebut champion di Divisi Men, namun Mochtar dan dua rekannya Joyo Paturusi, dan Ramansyah yang tergabung di Team Golf Kalimantan Timur merebut Team Champion.
Menjawab pertanyaan tentang penyelenggaraan SSAO 3 2025 Mochtar menyatakan sangat puas sejak awal hingga akhir, “Karena, selain bisa bersilaturahmi dengan golfer lain, saya dan rekan-rekan dari Kaltim sangat puas karena kami disambut dengan baik sekali oleh Ketua PGI Sulawesi Selatan Bapak Yunan Yunus Kadir,” sela Mochtar yang berharap agar event seperti SSAO diselenggarakan juga oleh Pengprov PGI di seluruh Indonesia, “Apa lagi kalau ada di Pulau Kalimantan he he he,” lanjut Mochtar sambil tertawa.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Lidya Sitorus.
“Menurut saya perlu ada event-event lain seperti SSAO di Provinsi lain Dan yang terpenting di Indonesia Timur, karena di Indonesia Timur sangatlah kurang perhatian dan saya kira perlu diperhatikan lagi oleh PGI,” katanya.
Seperti diketahui sebagai champion di Divisi Ladies SSAO 3 2025, total skor yang dibukukan Lydia berjumlah 223 pukulan (74-77-72) +7.
Posisi kedua dengan total skor 229 (79-73-77) +13 direbut pegolf putri Malaysia Alberty Zaira Povinti Zamri.
Disusul oleh Renoctaviana Ramadhani Said dengan skor +28 di posisi ketiga, Inggrid Windy di posisi ke empat dengan skor +58, dan Audrey Panjaitan di posisi ke lima dengan skor +96.
Menjawab pertanyaan tentang game plan yang diterapkan selama tiga hari berturut-turut di kancah persaingan SSAO 3 2025, Lydia Sitorus mengungkapkan bahwa dia tetap ngotot tapi santai karena lapangan Padivalley sangat challenging dan bagus untuk bermain dan latihan apalagi green speednya waktu turnamen SSAO kecepatannya 12 sampai 13 speed.
“Adakah pressure dari kompetitor?”
“Untuk pressure saya hanya tetap tenang agar tidak stress dan bisa main lebih lepas,” sahutnya, cepat.
Lebih jauh Lydia Sitorus yang pada SSAO 1 dan 2 tidak berpartisipasi karena mengikuti turnamen lain, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan SSAO 3 2025 sangat bagus untuk turnamen internasional.
“Karena, Padivalley berbeda dengan lapangan golf lainnya di Jakarta dan berbeda pula suasananya,” kata Lydia mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.
Penulis Toto Prawoto
Foto Dokumentasi
