Foto SlideKomunitas

Nurdana, Pegolf Pro dari Polda Babel

Profesional golfer yang akrab disapa dengan panggilan Dana ini mengenal olahraga golf sejak berusia 13 tahun saat dia masih duduk di bangku Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) 

“Awalnya saya kerja sebagai pemungut bola di driving range. Dari situ saya tertarik dengan olahraga golf,” kata Dana mengawali perbincangannya bersama Media GolfJoy. 

“Dan, dalam perjalanannya di kemudian hari ada salah seorang manager lapangan golf yang menawarkan saya untuk bermain golf. Namanya Chairul Anwar  .. beliau sudah almarhum,” tambahnya.

Anak bungsu dari 8 bersaudara dari pasangan suami-istri Nursalim (alm) dan Rohaya, yang lahir di Pangkalpinang pada 13 November 1992 ini, meski di luar jam sekolahnya sibuk bekerja sebagai pemungut bola di Driving Range dan bermain golf di Bukit Intan Golf Course, namun dia mengaku bahwa hal tersebut sama sekali tidak mengganggu pelajaran di sekolahnya. 

Sehingga, dengan demikian Dana dapat menyelesaikan pendidikannya dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama  (SMP Negeri 8 Pangkalpinang lulus 2009) sampai ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA Negeri 2 Pangkalpinang lulus 2012) tepat pada waktunya dan sama sekali tidak pernah tinggal kelas.

Padahal, sebagai pegolf muda andalan Provinsi Bangka Belitung, Dana pernah tampil dalam event Mid Amateur Series, Jabar Open, bergabung di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jagorawi pada 2010, dan ikut turnamen di Malaysia serta Thailand.

DUA KALI TAMPIL DI PON

Sebagai pegolf yang pada saat itu masih berstatus sebagai pegolf amatir — seperti umumnya para pegolf amatir dari daerah lain di Tanah Air — rasanya masih ada yang kurang bila belum tampil dalam multi event empat tahun sekali yang dikenal di dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). 

“Pada tahun 2012 untuk pertama kalinya saya bersama pegolf amatir dari Provinsi Bangka Belitung tampil mewakili daerah kami di PON yang berlangsung di Riau,” katanya.

Akan tetapi, jika para pegolf amatir dari daerah lain setelah mereka tampil mewakili daerah asal mereka di Pekan Olahraga Nasional segera beralih status dari pegolf amatir menjadi pegolf profesional, sebaliknya dengan Nurdana.

Pada 2013 Nurdana diterima sebagai Anggota Polri dan tetap menekuni olahraga golf. Tiga tahun kemudian tepatnya pada 2016 untuk kedua kalinya dia tampil di PON yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Meskipun begitu dia juga tidak terburu-buru untuk beralih status menjadi pegolf profesional. 

Yang menarik, di sela-sela aktivitasnya sebagai pegolf amatir sekaligus sebagai Anggota Polri —  anak bungsu dari 8 bersaudara — ini pun tetap melanjutkan studi formalnya di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pangkalpinang  Jurusan atau Bidang Studi Kenegaraan. Setelah lulus kuliah di STIH Pangkalpinang pada 2018, karir Nurdana sebagai Anggota Polri terus menanjak. 

Menjawab pertanyaan tentang ketertarikannya menjadi Anggota Polri, secara jujur Nurdana menyatakan bahwa yang utama agar dia memiliki pekerjaan tetap dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ASEANAPOL GOLF TOURNAMENT

Sebagai Anggota Polri berpangkat Brigadir dan kini bertugas di Sat Lantas Polresta Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa pihak belum pernah bertugas di daerah lain di luar Kepulauan Bangka Belitung.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas berkat rekomendasi Ali Munandar ASN yang bertugas di Bagian SDM Mabes Polri, Nurdana bersama Anggota Polri lainnya lainnya beberapa kali tampil dalam event Aseanapol Golf Tournament yang berlangsung di Brunei Darussalam pada 2018 (merebut gelar Juara I), merebut gelar yang sama di Vietnam 2019, Juara II di Kamboja 2022 dan Juara III di Laos.

Setelah itu barulah Nurdana — yang pada 2021 resmi mempersunting gadis pujaannya bernama Tiara dan kini telah dikaruniai seorang anak perempuan berusia 8 bulan bernama Khalesa Feyrouz Haqq — menanggalkan statusnya sebagai pegolf amatir dan beralih menjadi pegolf profesional. 

“Saya masuk Pro tahun 2023, Om,” kata Nurdana, menegaskan.

SEMBILAN KALI TAMPIL & SEKALI JUARA

Dalam event Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) sebanyak 20 serie yang berlangsung sejak Februari hingga Desember 2023, Nurdana tampil sebanyak 9 kali dan pada serie terakhir yang berlangsung di Merapi Golf Club, untuk pertama kalinya sejak dia menyandang status sebagai Profesional Golfer merebut gelar juara.

“Kesan para atasan saya di Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang merasa bangga dan terus mendukung saya untuk dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi di masa depan  .. Prestasi di Merapi Golf menjadi milestone penting dalam perjalanan karir golf saya, Om,” katanya.

“Apa harapan Dana untuk pergolfan di Tanah Air, dan apakah Dana juga punya cita-cita untuk tampil berkompetisi di luar negeri?”

Setelah diam sejenak, Nurdana segera menjawab: “Saya berharap olahraga golf perlu mendapat perhatian khususnya dari pemerintah untuk mendorong atau mensupport pihak-pihak yang terlibat dalam memajukan industri golf Indonesia.”

“Saya pada dasarnya juga punya cita-cita untuk Go Internasional, Om, termasuk untuk mengikuti Qualifying School atau seleksi di Asian Tour. Namun, keinginan ini perlu dukungan, baik dari kantor, keluarga maupun dari pihak terkait lainnya,” kata Nurdana mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy. 

(Penulis Toto Prawoto. Foto-foto Dokumentasi Pribadi dan PGATI)


Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!



Visit Ironcard.id

Related posts

Peserta Industrial Golf Club Monthly Medal Nikmati Tantangan Lapangan Links Sedayu

Hasim

Kejutan Ulang Tahun untuk Rickie Fowler

Tiara

Golf Kembali Menggeliat di Masa Pandemi

Syam

Leave a Comment

9 + two =