FeaturedTour News

Pelajaran Berharga dari BNI Indonesian Masters 2024

DALAM turnamen terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters 2024 pada 31 Oktober – 3 November 2024 yang berlangsung di Royale Jakarta Golf Club, tuan rumah Indonesia menurunkan 14 pegolf pro anggota PGA TI dan PB PGI mendapat 2 slot untuk pegolf amatir binaannya. 

Betul bahwa 16 pegolf tuan rumah tersebut memang tidak ada yang lolos cut off, karena —seperti yang disampaikan oleh Uke Widarsa sebagai seorang pengamat kepada Media GolfJoy — untuk menjadi pegolf yang piawai memang sangat dibutuhkan jam terbang.

Dan, beberapa tahun lalu, pun seorang jurnalis senior TVRI yang dalam perjalanannya di kemudian hari juga aktif menekuni olahraga golf — yakni Max Sopacua (almarhum) — dalam suatu kesempatan  berbincang-bincang bersama Media GolfJoy — menyatakan bahwa seorang pegolf profesional eksistensi mereka tak berbeda dengan keberadaan seorang pilot. 

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas meski tidak lolos cut off namun apresiasi banyak diberikan kepada dua pegolf amatir binaan PB PGI: Randy Arbenata M Bintang dan Rayhan Abdul Latief yang membukukan skor even par.

“Terlepas dari masalah hasil yang capai, saya sangat mengapresiasi Randy dan Rayhan,” kata Coach Alga Topan yang sering mendampingi pegolf amatir nasional tampil mengikuti turnamen di manca negara.

“Kegagalan Randy dan Rayhan, karena standard yang tinggi untuk cut off dalam event tersebut yakni 3 under, dan kita tahu bahwa Indo Masters tahun ini diikuti oleh para pemain touring yang memiliki jam terbang tinggi serta mempunyai pengalaman bertanding dalam event pro level dunia,” tambah Coach Alga Topan.

Dengan kata lain, kedua pegolf amatir nasional yang tampil berdasarkan slot yang diberikan oleh penyelenggara BNI Indonesian Masters 2024 kepada PB PGI, karena Randy dan Rayhan memiliki jam terbang lebih banyak dibandingkan pegolf amatir nasional lainnya.

Dan, seperti diketahui, pada PON XXI 2024 yang berlangsung di Royal Sumatra Golf Club pada September 2024 lalu, Rayhan dan Viera Permata Rosada yang tampil mewakili Sumatera Utara berhasil merebut medali emas di nomor Mixed Foursome, sedangkan Randy yang berpasangan dengan Rayi Geulis Zulandari berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Jawa Barat.

“Saya bangga walaupun Randy tidak lolos cut off,” kata Ketua Pengkab PGI Bekasi, Erwin Zulkarnain, dalam keterangan tertulisnya kepada Media GolfJoy. “Randy adalah pegolf asal Bekasi yang sering tergabung di Pelatnas PB PGI,” tambah Erwin Zulkarnain.

“Apalagi saya,” ujar Adi Saksono kepada Media GolfJoy, menjawab pertanyaan yang sama, “mencetak skor even Par di sebuah turnamen terbesar di Indonesia, membuat saya secara pribadi dan sebagai pengurus PB PGI merasa bangga sekali, Mas,” lanjut Kabid Pertandingan & Prestasi PB PGI tersebut, menegaskan.

Menjawab pertanyaan terkait kegagalannya tidak lolos cut off — baik Randy maupun Rayhan — mengaku sangat senang. 

“Bukan karena gagal tidak lolos cut off, tapi sanang karena saya bisa tampil bertanding di turnamen besar bersama pegolf profesional yang banyak memiliki pengalaman internasional,” kata Rayhan yang pada BNI Indonesian Masters tahun ini berada dalam satu pairing group bersama Natipong Srithong dari Thailand dan Shahrifuddin Arifin dari Malaysia.

Randy dan Rayhan pun secara terus terang mengakui kalau mereka berdua mendapat pressure dari rekan sepermainan mereka yang berada dalam satu pairing group. 

“Pressure pasti ada, Om. Tapi, karena kesempatan ini sangat berarti bagi saya, dan saya berusaha untuk menikmati pressure tersebut,” kata Randy. “Sedangkan untuk game plan saya hanya fokus ke fairway dan green supaya mendapat birdie chance labih banyak,” tambahnya. 

Hal yang sama juga disampaikan Rayhan. “Yang pasti pada hari pertama dan hari kedua tidak hujan. Jadi, saya bisa menikmati fairway dan green seperti kalau saya sedang bermain pada hari-hari biasa …” katanya. 

“Karena itulah maka banyak penonton yang men-support saya … Bahkan ada juga yang bilang kalau Royal adalah home course saya,” tambah Rayhan. 

Menjawab tentang harapan untuk event yang sama tahun depan, Randy langsung menyahut: “Harapan saya untuk next Indo Masters resultnya harus lebih baik.”

“Saya akan lebih fokus ke proses untuk menyiasati banyak pressure,” ujar Rayhan. “Semoga tahun depan dapat slot lagi, Om,” tambahnya.

Mengomentari jawaban Randy dan Rayhan — Coach Alga Topan — menyatakan bahwa memang tidak mudah bersaing untuk bisa tampil di final round.

Tapi sangat penting bahwa Randy dan Rayhan mengetahui standard permainan yang harus dicapai untuk ke depannya, dan bisa mempersiapkan diri sebelum pada waktunya mereka menjadi pro di masa depan. 

Tulisan Toto Prawoto

Related posts

Charlie Woods Cetak Hole in One di Final Junior Players di TPC Sawgrass. Saksikan!

Hasim

EO dan Media Turut Berkontribusi bagi Pembinaan Atlet Golf Nasional

Hasim

Tiger Woods Finis 2019 di No. 6 Dunia

Hasim

Leave a Comment

4 × five =