Terjadi kejutan pada hari pertama Golf Legend Indonesia Tour – H.M. Widarsadipradja Cup 2002 di Halim 1 Jakarta, ketika seorang pemain amatir bernama Ahris Sumariyanto berhasil membuat skor terbaik, yaitu 70 (35,35) dengan mengumpulkan 4 birdie, masing-masing di hole 4, 6, 11 dan 15, dan juga 2 bogey di hole 2 dan 12. Kendati masuk dalam daftar tunggu, namun Ahris yang juga juara dunia woodball diterima sebagai peserta, karena kuota untuk para amatir kemudian terbuka.
Namun demikian, bila seorang pemain amatir menjadi juara, maka dalam ketentuan pertandingan yang dikeluarkan Komite Peraturan mengisyaratkan bahwa ketentuan pemain amatir mendapatkan Hadiah uang belum dapat diterapkan dalam Kompetisi ini.
Berada pada perangkat kedua, debutan pro Jonathan Wiyono berhasil membukukan skor 71 (36, 35) bersama-sama pegolf kawakan, Benny Kasiyadi yang juga mencetak skor 71 (35, 36). Kedua pegolf asal Surabaya berhasil mengungguli sementara 91 peserta lainnya setelah masing-masing mencetak 4 birdie dan 3 bogey, di hole-hole yang berbeda. Mereka berdua secara kebetulan berada dalam group yang sama.
Saat memasuki 9-hole kedua, Benny sempat menambah keunggulan 1 stroke menjadi 2, setelah JoWi kembali membuat bogey di hole 10. Namun kemudian, mantan pegolf amatir terbaik di Indonesia tersebut menyamakan kedudukan dengan seniornya setelah membukukan 2 birdie di hole 11 dan 13. Selanjutnya persaingan sengit terjadi saat kedua pemain meraih birdie di par 5, hole 15 pada posisi 2-under.
Namun, ketika keduanya memasuki hole 18, hujan yang cukup deras yang sempat menerpa, paling tidak mengganggu konsentrasi dan mengakibatkan kedua pemain tersebut membuat bogey dan menutup permainan ronde pertama masing-masing dengan skor 71 atau 1 under.
Namun tidak lama setelah group Benny dan Jowi menyelesaikan ronde pertama, kondisi cuaca kembali normal, dimana komite pertandingan tidak perlu menunda permainan. Menanggapi pertanyaan mengapa pertandingan tetap dilanjutkan, Direktur Pelaksana Pertandingan menyampaikan bahwa selama semua green masih dapat dimainkan alias “playable”, maka tidak ada alasan untuk menunda permainan.
Ditambahkan, penundaan dapat saja diputuskan jika terdapat situasi membahayakan, seperti petir atau halilintar. Dan dalam hal ini, komite telah melengkapi sarana sensor atau yang disebut dengan lightning detector dan aplikasi untuk memonitor kondisi keadaan cuaca, sehingga jika terdapat pergerakan petir maka akan segera diketahui.
Sementara di posisi tiga hingga lima juga dengan skor sama (ties) event par 72. Ketiga pegolf tersebut adalah Roby Sugara, Jonathan Tanoto (amatir) dan Jamel Ondo.
Seperti diketahui event Golf Legend Indonesia Tour – H.M. Widarsadipradja diikut 92 peserta yang terdiri dari 68 pro dan 24 amatir.
“Kalau tidak dibatasi, peserta yang berpartisipasi dalam turnamen ini bisa lebih dari seratus orang,” kata Agus Triono, Ketua PGA Indonesia, kepada Media GolfJoy.
Mencermati skor yang dibukukan oleh para peserta utamanya dari kelompok lima besar yang terdiri dari Ahris (-2), Benny Kasiadi dan Jonathan Wijono (dengan skor sama/ties -1), Roby Sugara dan pegolf amatir Jonathan Tanoto serta Jamel Ondo (dengan skor sama/ties even par), maka persaingan ketat diprediksi bakal terjadi pada round #2 di tempat yang sama (Kamis, 24 Maret 2022).
Keberhasilan BK yang untuk sementara memimpin dengan 1 under dalam event Golf Legend Indonesia Tour – H.M. Widarsadipradja bersama JOWI, hal tersebut membuktikan bahwa game plane BK tidak meleset – seperti yang disampaikannya kepada Media GolfJoy usai dia melakoni practice round pada Selasa (22 Maret 2022).
“Nanti … nanti yaaa, Om,” kata BK ketika Media GolfJoy hendak menanyakan keberhasilannya mengakhiri permainannya di ronde pertama dalam eveng tersebut dengan skor -1.
Sambil menunggu BK selesai berganti pakaian, Media GolfJoy mencari JOWI untuk menanyakan keberhasilannya sementara leading dengan skor -1 dalam event yang disponsori oleh GolfJoy, MGI, Ironcard, SJS dan lain-lainnya tersebut.
“Jonathan Wijono langsung pulang, Om,” kata salah seorang peserta yang masih kongkow-kongkow di resto PGH I bersama rekannya — setelah tahu Media GolfJoy mencari JOWI.
Hal yang sama juga dilakukan BK. Setelah ditunggu, ternyata putra dari sang legendaris professional golfer di Indonesia, Kasiadi, itu pun tak tampak batang hidungnya.
Akan tetapi, terlepas dari masalah tersebut, yang jelas posisi Ahris, BK dan JOWI masih belum aman. Karena, pegolf di urutan yang ada di bawah mereka berdua pun bisa saja “mengambil alih” posisi mereka.
Siapa yang akan menjadi juara? Kita tunggu saja hasilnya Kamis 24 Maret 2022.
—-
Toto Prawoto
Foto TP








