Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku ia lebih memilih bersantai main golf ketimbang menerima tawaran jadi pelatih Manchester United.

The Citizens bersiap melakoni laga derby Manchester lawan MU pada laga Piala Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Rabu (8/1) dini hari WIB.

Komentar sinis pelatih asal Spanyol itu tampaknya bagian dari perang urat saraf jelang laga skuatnya lawan Setan Merah.

Dikutip dari Standard, Guardiola sempat ditanya jika di masa depan mendapat tawaran menangani MU. Pelatih berkepala plontos itu pun tegas menolak.

“Setelah melatih [Manchester] City, saya tidak mau melatih [Man] United. Ini seperti saya tidak akan pernah bersedia menangani [Real] Madrid,” ujar Guardiola.

Guardiola kemudian kembali didesak salah satu wartawan dengan pertanyaan soal peluangnya menerima tawaran menjadi pelatih Setan Merah.

“Saya lebih baik berada di Maladewa [berlibur] jika tidak ada tawaran dari klub lain [selain MU]. Mungkin bukan di Maladewa karena di sana sepertinya tidak ada padang golf,” terang Guardiola.

Sejak ditangani Guardiola, The Citizens berubah menjadi tim yang paling disegani di Inggris. MU sebagai rival satu kota bahkan kalah pamor dari Man City dalam satu dekade terakhir.

Man City bahkan unggul 73 poin dari Setan Merah dalam tiga setengah tahun terakhir di Liga Inggris.

“Saya yakin tidak datang kemari hanya untuk mengalahkan United atau berada di atas mereka. Itu bukan target saya, sama sekali tidak.”

“Tujuan saya agar membuat tim ini bermain bagus dan meraih gelar juara. Kami berhasil dalam dua musim lalu. Tahun ini kami sudah meraih trofi Community Shield. Sekarang kami memiliki tantangan untuk sampai ke final [Piala Liga Inggris],” kata Guardiola.

Guardiola pun tetap menganggap Setan Merah sebagai salah satu klub elite di Inggris.

“Sebagai sebuah tim, saya menaruh respek untuk klub itu [MU]. Saya yakin cepat atau lambat mereka akan kembali ke jalur persaingan gelar juara Liga Inggris.”

“Tentu saja dalam sejarah klub ada periode Anda sedikit terpuruk. Tak selalu satu tim menang, menang, dan terus menang sepanjang waktu dalam satu dekade,” ujar Guardiola