Bagi Einsa, 2024 IAGC IAGOT #4 laksana farewell game nan indah sebelum dirinya kembali ke US.
Indonesian Amateur Golf Championship atau IAGC akhirnya menelurkan pemenang baru pada gelaran Indonesia Ametuer Golf Open Tournament (IAGOT) seri ke-4 musim 2024 di Pondok Cabe Golf Club, Tangerang Selatan, pada Jum’at hingga Sabtu, 6-7 September 2024.
Adalah Rama Oksha Aridya, siswa kelas XI SMA Labschool Cirendeu, yang akhirnya menjadi juara setelah dirinya mengemas total skor 219 (72-73-74) atau tiga di atas par selama dua hari (tiga round).
Namun, kepastian gelar IAGOT #4 itu harus diperjuangkan Rama terlebih dulu lewat babak play-off. Pasalnya, total skor Rama sama kuat dengan apa yang diraih Nicolas Einsa Santoso. Bahkan, Einsa menang count back karena skor di final round lebih baik dibanding Rama. Total skor Einsa adalah 219 (75-73-71) atau 3 over par.
Dan cukup sekali saja mereka berduel head to head play-off di hole #18 par 5 dari tee box biru yang berjarak 473 meter.
Bola first shot drive Rama yang mendarat di fairway memang lebih dekat jaraknya dibanding Einsa. Namun posisi jatuh bola Einsa justru berada disamping parit sisi kanan fairway. Sehingga mengharuskan Einsa melakukan free drop ball satu stik terpanjang guna memudahkan melakukan second shot.
Second shot Rama dengan mudah mendarat di green sebelah kiri pin, on. Sementara Einsa harus memukul second shot dengan kondisi permukaan tanah tanpa berumput. Bola second shot Einsa turun di bunker didepan green hole #18.
Einsa kembali diberi kesempatan menjalankan third shot di bunker, dan bola on green diposisi yang berdekatan dengan bola Rama, disisi kiri pin.
Kemudian Rama dipersilahkan jalani first putt. Tapi, dilalahnya, bola “keketok” sehingga meluncur kencang menjauh dari target pin. Karena jarak bola Rama lebih jauh dari bola milik Einsa, maka Rama kembali diberi kesempatan menjalankan second putt. Tapi sayang, bola meluncur tidak mendekat dilubang pin, hanya tersisa 70 centimeter.
Berikutnya, Einsa diberi kesempatan lakukan first putt, dimana sebelumnya, bersama caddy “dadakan” Teuku Husein M.D. mereka dengan seksama membaca break sloop green #18. Dan bola putting muluncur sedang, tapi sayang akhirnya bola hanya lip-out, nyaris masuk. Lima centimeter bola Einsa menjauh dari lubang pin. Dan Einsa mengakhiri putt ketiganya, dan in. Hasilnya bogey.
Selanjutnya, putting ketiga Rama nyatanya meluncur mulus, dan in. Rama cetak par. Dan sekaligus menjadikan dirinya juara perdana turnamen IAGC IAGOT #4 di musim 2024.
Putting Rama “keketok” & putting Einsa lip-out
“Di play-off tadi, accidental-nya putting pertama aku keketok. Tentu ada nerveous saat melakukan putting. Tapi alhamdulillah masih bisa saved par,” ungkap Rama menggambarkan bagaimana drama play-off perdananya sebagai pegolf junior nasional.
Secara umum, Rama juga merasa puas dengan hasil yang dituainya. “Di round pertama aku mencoba bermain terbaik yang aku bisa dan hasilnya bagus sekali, even par. Di round kedua aku mencoba saving score dan berusaha me-maintance stamina saat bermain di sesi siang. Dan di round ketiga saya main hajar aja karena final day. Banyak melakukan attack tapi juga banyak missed pukulannya. Dan hanya sekali dapat birdie di last hole. Finally, alhamdulillah bisa menang lagi di sini, dan nambahin ranking WAGR, back to back champion di Poncab, my home course. Terima kasih untuk orang tua aku, my team, my coach Alga Topan, dan my sister for supporting me.”
Sementara itu, Einsa justru menerima dengan lapang dada hasil yang didapat disaat play-off kontra Rama.
“Percobaan pukulan second shot sebenernya saya mau pakai hybrid, tetapi setelah diskusi dengan caddy saya (Husein) akhirnya kita memilih pakai iron. Unfortunetly, bola ke kanan dan dan jatuh didekat parit. Dan terkait course rule itu harus free drop. Karna jatuh bolanya disebelah kanan fairway maka saya free dropnya di sebelah kanan, yang kebetulan, tidak ada rumputnya atau diatas tanah. Jadi kita mainkan saja dan hasilnya tidak on dan malah masuk bunker,” jelas Einsa detail terkait drama play-off-nya.
Dinyatakan juga oleh siswa kelas XII JPGA (Junior Players Golf Academy) South Carolina US bila penampilannya di IAGC IAGOT #4 kali ini merupakan best score permainannya selama menggeluti olahraga golf. Pencapaian Einsa kali ini otomatis diganjar dengan new point World Amateur Golf Ranking (WAGR). Tentunya pencapaian ini menjadi kado farewell game yang manis sebelum dirinya kembali ke Amerika Serikat pada Senin (9/9/2024).
“Saya bersyukur Puji Tuhan dan keep training aja dan ini majoring improvement dari tahun lalu yang mana skor saya masih di kisaran 80. Jadi saya bersyukur atas pencapaian kali ini. Dan play-off ini adalah pengalaman pertama saya. Dan di awal, game play untuk play-off dibawa happy aja dengan ketawa-ketawa, tapi ternyata emang fokusnya agak hilang. Jadi itulah pelajaran play-off yang bisa saya petik agar kedepannya lebih focus, ikutin got feeling aja daripada mikir-mikir terlalu banyak. Tapi overall, saya bersyukur banget mendapatkan pengalaman play-off ini. Terima kasih kepada mama saya yang dari kemarin selalu ikut 18 hole mendukung saya, dan hari ini adik dan nenek saya juga turut hadir menonton play-off saya,” ungkap Einsa lagi.
Selamat kepada Rama yang kembali menambah poin WAGC, dan selamat kepada Einsa yang sukses mencantumkan namanya dideretan para penghuni chart WAGR!
IAGC IAGOT SERIES #4 2024
T-1 Nicolas Einsa Santoso Total Skor 219 (75-73-71) +3
T-1 Rama Oksha Aridya Total Skor 219 (72-73-74) +3
3. Harjuna Pajero Arbi Total Skor 221 (76-72-73) +4
4. Teuku Husein M. Danindra Total Skor 224 (76-75-73) +8
5. Vivaldi Zaki Total Skor 227 (74-73-80) +11
6. Dominikus Glenn Skor 228 (74-74-80) +12
7. Stanley Ethan Hollyhomes Skor 232 (79-77-76) +16
8. Calviano Yesaya Siahaan Skor 238 (81-82-75) +22
9. M. Fadhlan Athallah Skor 256 (88-83-85) +40
10. M. Farhan Athallah Skor 257 (83-85-89) +41
