FeaturedKomunitas

Reicher Cetak Hole In One di El Camino Country Club, AS

Tiga pegolf junior Indonesia, Reicher, Abrar, dan Michio isi libur sekolah kenaikan kelas sebagai duta Indonesia di uSwing Mojing Junior World Championship 2025 di Amerika Serikat.

Libur sekolah kenaikan kelas tahun ajaran 2024/2025 pada bulan Juli 2025 ini sangat beragam dijalani para pelajar siswa sekolah. Bertamasya ke luar kota atau bahkan luar negeri menikmati panorama pegunungan, pantai, atau bahkan wisata religi maupun wisata kulineran.

Begitu pun dengan beberapa pegolf junior Indonesia yang mana mereka mengisi liburan sekolah ke luar negeri sekaligus mengikuti turnamen golf junior skala internasional.

Show more images

Adalah Reicher Santoso, Abraraza Adriano, dan Dyllan Michio Satrio yang mengisi momen liburan sekolahnya dengan mengikuti sebuah turnamen internasional bergengsi final stage uSwing Mojing Junior World Championship 2025 di beberapa golf course negara bagian Amerika Serikat selama tiga hari pada Selasa hingga Kamis, 8-10 Juli 2025.

Reicher Santoso cetak HIO internasional

Pegolf junior asal Semarang Jawa Tengah berusia 12 tahun ini memainkan final stage uSwing Mojing Junior World Championship 2025 kategori Boys 11-12 di El Camino Country Club, Oceanside California.

Diakui Reicher kepada Media GolfJoy Indonesia lewat gawai WhatsApp, kedatangannya di turnamen ini adalah ingin mencicipi pengalaman bertanding yang field-nya lebih kompetitif dan punya target skor maksimal 78 selama tiga hari.

“Saya ingin memberikan terbaik dari yang saya bisa berikan. Awalnya, saya ingin, paling tidak, harus bisa max score 78 di setiap round. Dan paling tidak, awal mimpinya, bisa berada di top 50,” ungkap Reicher.

Alhasil, selama tiga round, Reicher sanggup menorehkan total skor 232 (79-80-73) atau 16 over par dan berada di posisi tied 63 dari 132 peserta dari 50 negara di dunia. Setidaknya Reicher sudah sanggup memposisikan dirinya diseparo dari jumlah peserta, yang mana dirinya baru pertama kali ikut final stage Junior World Championship yang sudah tersohor dan bergengsi itu.

Reicher pun masih dapat berbangga diri lantaran di kejuaraan ini pula dirinya menjadi peserta satu-satunya yang berhasil mencetak hole in one di final round di hole #4 par 3 dengan jarak 178 yardage menggunakan club 6 iron Taylormade dan bola Titleist Pro V1x. Ia bermain satu pairing dengan junior asal Kolombia Lucas Loaiza (tied-67) dan junior asal India Sohraab Singh Talwar (tied-90).

“Saya tidak ada firasat (mencetak hio red.). Tapi karena ini hari terakhir. Saya ingin mendapat score terbaik disbanding dari hari 1 dan 2. Dan sewaktu hole in one, dari jauh saya hanya mendengar supporter berteriak dan tepuk tangan, cuman saya tidak tau apakah iya masuk lubang atau bolanya keluar lagi. Setelah jalan mendekat ke hole, saya bingung dimana bola saya. Kebetulan ada referee juga yang sedang bertugas, dan dia memberikan selamat untuk saya. Dia berkata baru kali ini dia melihat dengan matanya sendiri, junior cetak hole in one selama bertugas. Biasanya ada hole in one, dia sedang di hole lain,” papar Reicher dengan senang hati.

Yang pasti, liburan sekolah musim panas di Amerika Serikat itu dengan mengikuti Junior World Championship 2025 kali ini menjadi pengalaman perdana yang berkesan dan berharga bagi kiswa Semarang Multinational School kelas 6 ini.

“Dengan bisa melihat dan bermain bersama teman-teman junior baru dari berbagai negara, mereka benar-benar serius dan talented adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Mengenal berbagai macam karakter players adalah sebuah pelajaran ke depan saya untuk bisa mengendalikan emosi di saat bermain. Bermain di El Camino Country Club merupakan salah satu pengalaman terbaik yang saya akan ingat terus. Semoga tahun depan, saya bisa lolos lagi dan ikut berpartisipasi di uSwing Mojing Junior World Championship 2026,” pungkas Reicher.

Mentalitas bertanding Abraraza Adriano terasah

Bagi Abrar, menjalani pertandingan Junior World Championship yang pertama kali ini punya asa bisa bermain optimal dengan permainan yang jauh lebih baik dari biasanya.

Diakui Abrar, game yang dimainkan sebanyak tiga round di La Valle Coastal Club sangat baik dan berkomitmen. Pukulan long drive-nya sangat solid, dan short game-nya semakin tajam. Dan banyak pukulan-pukulan putting penting yang berhasil dia jalankan sehingga hasil yang dicapai cukup memuaskan.

Mentalitasnya juga telah dipesiapkan semenjak berangkat ke USA, sesampainya di La Valle Coastal Club dalam mempersiapkan official practice round-nya sehingga Abrar lebih percaya diri menjalani pertandingannya di laga final stage Junior World Championship ini.

Di round pertama bermain 80 atau over 8, round kedua 78 (+6), dan di final round bermain dengan skor 81 (+9) dimana Abrar harus menghadapi tantangan berupa beberapa hazard dan trouble hole yang cukup menyakitkan.

“Tapi Alhamdulillah Abrar masihbisa finish di skor 81. Dan Abrar bisa mengambil pengalaman bermain di kejuaraan high level internasional. Bagaimana sih seorang junior golfer bisa berada di posisi atas leader board di kelasnya Abrar di kejuaraan sebesar Junior World Championship ini? Dimana mereka yang di posisi atas sudah mampu bermain under dengan jumlah yang banyak. Jadi Abrar paham apa yang harus dia kejar dan capai. Sekarang Abrar berada di posisi mana, dan secara permainan ada di level mana, dan dia juga menerima itu dan sadar harus seperti apa kedepannya untuk climb up ke posisi leader board kelak. Dan harapannya mudah-mudahan tahun depan Abrar bisa qualified dan bermain lagi di uSwing Mojing Junior World Championship di sini dan masuk urutan ke-15 agar bisa masuk ke final stage di Torrey Pines Golf Course, California,” demikian ungkap ayah Abrar, Adrian Bramantyo, yang mendampingi selama di kejuaraan Junior World Championship.

La Valle Coastal Club 5690 Cancha de Golf, Rancho Santa Fe, CA 92091, Amerika Serikat ini sendiri memiliki tingkat kesulitan bagi kategori putra berusia 13 – 14 tahun adalah punya jarak 6. 523 yard dan bermain dari tee box paling belakang dengan yardage cukup Panjang dari masing-masing tee box. Tantangan lainnya adalah fairway yang tidak terlalu lebar. Bunker, danau, patok OB selalu ada di setiap jarak tembak atau in play. Ketika approach shot missed, alhasil akan bisa masuk ke bunker atau air. Green area juga sangat tough dan slopy serta licin.

Stamina Dyllan Michio Satrio kembali digembleng

Dan pegolf junior Indonesia yang bertanding di kejuaraan uSwing Mojing Junior World Championship 2025 adalah Dylan Michio Satrio yang main di kategori putra usia 9-10 tahun di golf course Shadowridge Golf Club, 1980 Gateway Dr, Vista, CA 92081, Amerika Serikat.

Menurut Heidi K, ibu Michio, selama tiga round dalam menaklukkan Shadowridge Golf Club, hal yang menantang adalah green-nya, dimana karena beda dengan di Indonesia, course Shadowridge menggunakan rumput Bermuda sehingga surface green jadi lebih licin dan lebih keras.

Meski begitu, skor yang didapat Michio terbilang bagus. Dimana total skor Michio adalah 241 (77-88-76). Menurut Heidi, di round ke-2 Michio dianggap tidak bermain bagus, namun Michio bisa bounce-back di final round dan hasilnya Michio berada diurutan ke-71 dari 99 peserta dari 50 negara.

Dari uSwing Mojing Junior World Championship tahun ini, Michio tentunya mendapat pengalaman golf di level yang lebih tinggi. Antara lain, kini Michio punya banyak teman baru dan melihat banyak sekali pegolf junior dari negara lain yang bermain bagus dan rapih.

“3 days walking di lapangan Shadowridge ini memang kontur lapangannya mirip dengan back 9 di East Course Gunung Geulis yang cukup challenging. Sehingga para junior golfer harus punya stamina yang bagus untuk tetap bisa focus main. Harus punya mental dan stamina yang bagus untuk tetap fokus main supaya bisa main degan baik,” begitu ungkap Heidi kepada Media GolfJoy Indonesia lewat saluran gawai WhatsApp.

Related posts

Russell Knox Pimpin Pembuka Musim Safeway Open

Hasim

Korda Kembali ke Peringkat Satu Dunia dengan Kemenangan Chevron

Hasim

Cameron Smith Langsung Dapat Rp22 Miliar di Event LIV Pertama

Tiara

Leave a Comment

sixteen − 13 =