Danny Masrin berhasil menjuarai “Credit Suisse Match Play Championship 2019 supported by JMC” usai mengalahkan Adrian Halimi dengan skor telak 5&4 dalam turnamen match play yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club pada Jumat (11/10).

Danny menembus final turnamen match play berhadiah total Rp 200 juta setelah menundukkan Elki Kow dengan 3&2 sehari sebelumnya. Sementara, Adrian yang bertemu Kim Jung Han di semifinal akhirnya lolos ke final untuk pertama kalinya setelah menang dengan skor 4&2 pada Kamis kemarin. Keduanya melanjutkan pertandingan semifinal dengan 10 hole tersisa.

Baca juga: Danny Masrin Tunggu Lawan di Final

Setelah istirahat lebih dari 30 menit, Danny dan Adrian memulai pertarungan di babak final. Danny mengambil kendali di hole kedua setelah all square di hole pertama. Danny melanjutkan dominasinya menjadi 2 up di hole ketiga, dan bertambah lagi di hole 9 menjadi 3 up. Adrian sempat menipiskan skor ke 1 up di hole 7. Namun, ia terpaksa mengakui keunggulan Danny di hole 8 dan 9.

Di sembilan hole kedua, permainan Danny semakin dominan. Usai mengambil poin di hole 10, Danny menambah keunggulannya di hole 13 menjadi 5 up. Adrian pun mengakui kekalahannya di hole 14.

“Sejak saya bisa mengatasi Syukrizal di 16 besar, lalu menang atas Clement (perempatfinal),  saya semakin percaya diri hingga masuk final. Berhadapan dengan Adrian, kita sudah tahu kelebihan masing-masing. Di sembilan hole pertama, Adrian bisa memberikan perlawanan. Ia bisa mengambil tiga poin di tiga hole (1, 3 dan 6). Sayang, gagal dimanfaatkan,” kata Danny seperti dikutip dari rilis yang diterima GolfJoy.

“Masuk sembilan hole kedua, saya makin percaya diri. Karena saya bisa mengambil banyak poin ketika main dengan lawan dari 16 besar hingga semifinal. Ini pun terjadi lagi, ditambah lagi permainan Adrian tidak berkembang seperti sembilan hole pertama,” tambah Danny yang membawa pulang hadiah sebesar Rp 42 juta.  

Meski kalah, Adrian mengaku cukup puas dengan penampilannya di Match Play dan masih sabar menanti gelar profesional pertamanya.

“Di semifinal lawan Kim Jung Han saya main solid di back nine hole 10, 11, 12 langsung birdie. Putting juga bagus. Tapi, saat final puttingnya kurang bagus dan jadi nggak ada birdie saat main lawan Danny. Beberapa kali juga dapet unlucky bounce dan lie bola yg kurang bagus padahal di fairway. Dan kalau main lawan Danny harus banyak birdie untuk bisa compete karena dia pemain yg bisa make a lot of birdies in a round,” kata Adrian.

Dibanding Danny, kondisi Adrian memang lebih melelahkan. Setelah melanjutkan 10 hole untuk partai semifinal tersisa, ia kemudian bermain lagi 18 hole untuk final. Tenaganya sudah terkuras sejak bermain dari putaran 16.

“Faktor kelelahan pasti ada karena pertandingan-pertandingan saya sejak awal putaran match play berlangsung lama sampai hampir 18 hole. Di semifinal hari ini saya bermain 8 hole karena Kim mengaku kalah pada hole 16,” kata Adrian. “Meski demikian, saya sudah cukup senang dengan pencapaian sampe final tapi masih ingin improve lagi karena masih menunggu untuk bisa dapet kemenangan professional pertama.”

Sumber & Foto: OB Golf