Indonesia, sebagai bagian dari kewilayahan atau teritorial negara-negara di kawasan Asia Pasific, tidak pernah ada putus-putusnya mengirim pegolf putrinya untuk tampil bersaing dalam event yang sangat legendaris bertajuk Queen Sirikit Cup.
Tahun 2024 ini event tersebut telah memasuki tahun yang ke empat puluh empat — sebuah pencapaian usia turnamen yang sangat bersejarah bagi para pegolf putri yang sejak event tersebut di-louncing sekitar empat setengah dekade yang lalu — mereka berjaya mewakili negara mereka masing-masing, termasuk pegolf putri Indonesia yang saat ini sudah berstatus “Mama” dan “Oma”.
Seperti kita tahu pertandingan Queen Sirikit Cup memang selalu menjadi event yang sangat dinanti oleh setiap pegolf amatir putri di negara Asia Pacific, dan pertandingan yang dimainkan secara Team Event berlangsung sangat kompetitif serta dipenuhi oleh pemain putri terbaik yang mewakili negara mereka masing-masing.
Tahun ini event tersebut diselenggarakan pada 20-23 Maret 2024 berlangsung di Golf Course Clear Water Golf & Resort – Kota Christchurh New Zealand dan diikuti oleh 11 negara di Asia Pacific seperti Korea, Jepang, Australia, New Zealand, Hongkong, China, Chinese Taipei, Thailand, Singapore, India – Indonesia, Philippines, dan Malaysia.
PB PGI mengirimkan tiga pegolf putri yang tergabung di timnas Indonesia masing-masing Elaine Widjaja, Natalia Kristina Yoko, Sania Talita Wahyudi, dengan pelatih Alga Topan dan Adi Saksono sebagai Tim Manajer.
Dari tiga pegolf putri yang tergabung di timnas Indonesia dalam event 44th Queen Sirikit Cup 2024, Sania adalah salah satu pegolf yang baru untuk pertama kalinya tampil bersaing dalam event tersebut.
Menjawab pertanyaan tentang proses seleksi yang dilakukan, coach Alga Topan mengungkapkan bahwa proses seleksi dilakukan dengan melihat hasil-hasil pertandingan yang diselenggarakan di dalam negeri, seperti Kejurnas Amateur dan pertandingan-pertandingan amatir lainnya.
“Selain itu yang menjadi pertimbangan lainnya adalah juga track record prestasi Yoko dan kawan-kawan saat mereka bertanding di luar negeri,” tegas coach Alga Topan dalam perbincangan bersama Media GolfJoy.
“Bagaimana penampilan Yoko dan kawan-kawannya dalam event tersebut, Coach?” tanya Media GolfJoy.
Tanpa basa-basi, terus terang, jujur dan apa adanya, coach timnas yang menggeluti olahraga golf sejak usianya masih berada di bawah sepuluh tahun tersebut menjawab:
“Penampilan Yoko dan kawan-kawan pada event Queen Sirikit Cup kali ini sangat berbeda dan tidak sebaik pada event yang sama tahun-tahun sebelumnya.”
“Di ronde-ronde awal para pemain Indonesia tidak dapat mengembangkan permainan dan kesulitan dalam mengatasi rintangan yang ada di lapangan.”
“Salah satunya kendala cuaca yang sangat dingin dengan suhu 6-10 derajat celcius yang membuat otot badan kaku menyebabkan keterbatasan swing.”
“Sehingga mempengaruhi jarak pukulan menjadi lebih dekat. Selain itu kondisi lapangan yang cukup berangin. Dengan tekanan angin yang cukup kuat membuat pemain putri Indonesia juga kesulitan dalam mengatur arah bola ke target.”
Menjawab pertanyaan tentang timnas Indonesia finish di urutan ke berapa dari 11 negara peserta yang tampil dalam 44th Queen Sirikit Cup tahun ini, “Yoko dan kawan-kawan finish di urutan 8,” sela coach Alga, menegaskan.
Meskipun begitu, sebagai pelatih dan official coach Alga Topan sangat mengapresiasi perjuangan dan totalitas Yoko dan kawan-kawan atas usaha mereka dalam mencapai hasil terbaik di peringkat ke delapan dalam ajang Queen Sirikit Cup tahun ini.
“Negara mana yang menempati peringkat pertama dan kedua pada event kali ini, Coach?”
“Dalam penyelenggaraan Queen Sirikit Cup 2024, Korea dan Jepang mendominasi peringkat pertama dan peringkat kedua. Selain itu Australia, China Taipei dan juga tuan rumah New Zealand sebagai negara yang sangat kompetitif berada di peringkat lima besar,” katanya.
Di akhir perbincangan bersama Media GolfJoy, coach Alga sebagai pelatih tim nasional (yang tidak lain adalah kakak kandung Dennis Fella, Fahmi Reza dan Seandy Alfarabi) ini berharap ada program pelatihan nasional yang berkesinambungan, sehingga para atlet yang akan dikirim untuk mengikuti event internasional dapat lebih dipersiapkan dalam hal fisik, teknik dan mental bertanding mereka.
—-
Tulisan Toto Prawoto. Foto Dokumentasi.
