“Werkudara” Yang Mengikuti Jejak “Pandu Dewanata” – Sang Ayah Sebagai Pro

Pegolf profesional kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 10 Juni 1987 ini adalah anak nomor 2 dari 5 bersaudara dari pasangan suami-isteri Kasiadi-Siti Cholifah, yang semuanya laki-laki. Namun, dari “Pandawa Lima” putra Kasiadi (legenda golf Indonesia) hanya Benita Yuniarto, nama asli Benny Kasiadi, yang mengikuti jejak sang “Pandu Dewanata” sebagai pro.

Ibarat ungkapan yang sangat terkenal di kalangan masyarakat khususnya Jawa yang berbunyi Witing Tresna Jalaran Saka Kulina, yang artinya Jatuh Cinta Karena Terbiasa,itulah awal perkenalan Benny dengan olahraga golf. “Bapak sama sekali tidak pernah memaksa saya untuk mengikuti jejaknya sebagai pemain golf, Om,” kata Benny kepada GolfJoy sambil tersenyum.

“Tapi, waktu saya memukul bola dan bolanya kena lalu bola tersebut melesat jauh .. kemudian seiring dengan itu terdengar suara theingng yang gemanya seolah menyentuh gendang telinga saya .. Sejak itulah dalam kehidupan saya benar-benar tiada hari tanpa golf,” tambahnya sambil tertawa.

Peristiwa tersebut terjadi saat Benny masih duduk di bangku Kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Gunungsari 3, Surabaya, Jawa Timur. “Kalau kamu suka, kamu harus memiliki komitmen untuk tetap mencintai golf. Dan, jangan setengah-setengah .. Begitu pesan Bapak yang pegang sampai hari ini, Om,” ujar Benny, menegaskan.

Nyaris Terhambat

Setelah lulus SD, Benny melanjutkan ke SMP Negeri 21 di kota kelahirannya. Dia sering tampil dalam setiap turnamen golf junior – baik yang diselenggarakan di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi yang ditorehkannya lumayan bagus dan keikutsertaannya di setiap turnamen junior pun — terutama pada level nasional — selalu diperhitungkan oleh para kompetitornya.

Tapi, perjalanan anak kedua dari lima bersaudara ini nyaris terhambat di tengah jalan, terutama ketika dia masih duduk di bangku kelas 2 di sebuah SMA swasta ternama yang beralamat di Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur. “Karena setiap kali saya akan ikut turnamen, saya harus mendapat rekomendasi dari Ketua Pengprov (d/h masih Komda.Red,) PGI Jawa Timur … Daripada gagal di tengah jalan, akhirnya saya pindah sekolah di Jakarta,” katanya, mengenang.

Di Ibukota Republik Indonesia, Benny, tinggal di rumah kenalan baik ayahnya. Karena rumah kenalan ayahnya berada di daerah Ciledug, Tangerang Selatan, maka Benny melajutkan sekolahnya ke SMA Negeri 90 yang berlokasi di Petukangan, Jakarta Selatan. “Saya satu-satunya siswa SMA Negeri 90 Petukangan yang menekuni olahraga golf,” katanya.

Sejak itulah nama Benny Kasiadi sebagai golfer kian berkibar. Selain pernah tampil mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Laos, dia juga pernah tampil dalam event ASEAN School Games yang berlangsung di Filipina. Para guru di SMA Negeri 90 Petukangan, Jakarta Selatan, sangat mensupport kiprahnya.

“Piala hasil dari kejuaraan golf yang saya ikuti masih tersimpan di sana, Om. Salah satunya adalah piala yang saya raih saat saya menjadi juara Indonesia Men Amateur Open, yang pada waktu itu berlangsung di PIK Course Jakarta Utara dan saya menang Play Off melawan senior saya, Suprapto,” kata Benny Kasiadi yang, setelah lulus dari SMA Negeri 90 mendaftar dan diterima di Fakultas Ekonomi Tri Sakti jurusan Management, “Tapi tidak saya lanjutkan, karena saya aktif di golf,” tukasnya.

Dan, puncak karir Benny Kasiadi di percaturan golf amatir terjadi saat dia memperkuat tim golf Pemda Kalimantan Timur di arena PON 2008 yang berlangsung di Kaltim. Dia mempersembahkan 1 medali emas dari nomor individu dan 1 perunggu di nomor beregu. Dua tahun kemudian — tepatnya pada 2010 — Benny Kasiadi menanggalkan statusnya sebagai pegolf amatir dan beralih ke profesional. Sampai hari ini.

Short Course

Kiprahnya di kancah persaingan olahraga golf yang memperebutkan hadiah uang pun cukup membanggakan. Prize Money yang diperolehnya termasuk bonus dari Pemda Kaltim saat dia tampil di PON, dia tabung untuk modal usaha.

Tiga tahun kemudian — setelah menyandang status sebagai profesional golfer, tepatnya pada 23 Juni 2013 — Benny Kasiadi menanggalkan status lajangnya dan menikah dengan Rachmawati, yang dikenalnya sejak mereka berdua masih sama-sama menekuni olahraga golf amatir.

Ima, sapaan akrab belahan jiwa Benny Kasiadi — yang pada masa remajanya juga dikenal sebagai pegolf amatir yang senantiasa diperhitungkan oleh para pesaingnya, dan merupakan salah satu pegolf putri Alumni dari Sekolah Management Prasetya Mulya — telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki masing-masing berusia 5 dan 3 tahun. Putra pertama pasangan Benny Kasiadi-Rachmawati diberi nama Abyan Rachmat Salam Wirendra dan putra kedua diberi nama Arslan Malikawan Werkudara. Di belakang nama mereka tertera juga nama Yuniarto.

Sebagai pro, Benny juga dikenal sebagai teaching. Tapi, berbeda dengan teaching pro seangkatannya, dia memiliki sertifikat pelatih setelah dia mengikuti short course di Singapura dan Australia. “Sebagai professional golfer saya sadar bahwa pada waktunya suatu saat nanti kemampuan saya akan menurun. Oleh karena itu, selagi saya mampu saya terus belajar untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan profesi saya sebagai golfer,” katanya.

Peduli

Selain itu, sejak tiga tahun lalu Benny juga mulai merintis usaha di bawah nama BK Management, yang bergerak di sektor golf clinic, equipment, apparel dan event organizer atau EO. “Terus terang, saya memanfaatkan link saya sebagai pro … Dan, apa yang saya lakukan sekarang, sebetulnya merupakan kelanjutan dari apa yang pernah saya kerjakan ketika saya masih berkecimpung di kancah persaingan golf amatir …”

“Saat itu, dengan modal dari tabungan yang saya miliki, saya memanfaatkan link Bapak. Kepada mereka yang memiliki jasa di bidang kontraktor, kalau mereka membutuhkan besi atau bahan-bahan bangunan lainnya, saya yang menyuplai kebutuhan mereka.”

Dalam menjalankan usahanya, Benny dibantu oleh istrinya. Setiap akhir tahun, BK Management selalu menyisihkan keuntungan yang diperolehnya sebesar antara 10 hingga 15 persen, “Untuk mendukung kiprah mereka di golf,” tukas Benny Kasiadi. “Dan, dukungan atau bantuan yang saya berikan kepada mereka tidak berupa uang tunai. Tapi, berupa peralatan golf, sepatu, kaos dan hal lain yang berkaitan dengan olahraga golf,” tambahnya.

Anak Didik

Saat ini ada lima orang pegolf yang dibantu oleh Benny. Tapi, sang “Werkudara” yang mengikuti jejak ayahnya, yakni Kasiadi sang “Pandu Dewanata” sebagai golfer profesional, tidak berkenan untuk menyebutkan nama mereka. Yang pasti, seperti yang diungkapkan Benny Kasiadi kepada GolfJoy, mereka masih duduk di bangku sekolah. Bahkan salah seorang di antara mereka telah menyandang gelar sarjana Strata 1 ..!

[TP]