Pada Hari Raya Idhul Fitri 1446 Hijriyah atau 1 April 2025 tak pelak lagi banyak daerah tujuan wisata dikunjungi para wisawatan lokal, nasional bahkan bukan tidak mungkin dari mancanegara.
Salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yakni Candi Dieng yang berada di Kabupaten Banjarnegara — seperti tahun-tahun sebelumnya — juga banyak dikunjungi para wisatawan.
Warga lokal dan atau perantau asal Kabupaten Banjarnegara selalu meluangkan waktu untuk berkunjung ke objek wisata tersebut setahun sekali bertepatan dengan Hari Raya Idhul Fitri — sebelum mereka kembali ke kota tempat mereka merantau.
Tak hanya pada saat Lebaran tiba, karena pada hari libur di luar Syawal pun banyak perantau asal Kabupaten Banjarnegara berdarma wisata ke sana untuk melihat secara langsung Candi yang ada di Dieng yang nama-namanya diambil dari seni tradisi Wayang Kulit Purwa seperti nama tokoh Pandawa Lima.
Bahkan beberapa waktu lalu ketika Media GolfJoy diundang meliput turnamen golf HUT Kabupaten Banjarnegara oleh Tejo Sumarno — Ketua Pengkab PGI Banjarnegara — tak sedikit “boss-boss” yang berasal dari Kabupaten yang familier dengan Dawet Ayu-nya tersebut hadir bersama keluarganya.
“Bapak atau suaminya mengikuti turnamen golf di Mrican Golf Club, istri bersama putra-putrinya plesir ke Dieng,” kata Tejo dengan logat ngapak-ngapak yang kental.
“Nanti pas acara penutupan turnamen golf, mereka menyusul ke lapangan golf, kemudian bersama-sama kembali ke hotel atau ke rumah keluarga besar yang ada di setiap desa dan kecamatan yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara,” tambah Tejo, menegaskan.
Lebih jauh Tejo mengungkapkan bahwa para pegolf asli Kabupaten Banjarnegara banyak yang aktif bekerja di pemerintahan dan swasta.
“Tidak sedikit juga yang menjadi sponsor setiap kali kita menyelenggarakan turnamen termasuk full support kalau kita menggelar turnamen dalam rangka merayakan HUT Kabupaten Banjarnegara,” ujar Tejo.
Sebagaimana diketahui bahwa objek wisata Dieng memang sangat sarat dengan nilai-nilai sejarah, sehingga menjadi sangat wajar apabila objek wisata tersebut terkenal sampai ke seluruh dunia.
Selain objek wisata Dieng, di sebuah desa yang lokasinya tak jauh dari objek wisata tersebut, ada upacara tradisi potong rambut untuk anak-anak Bajang atau anak-anak yang berambut Gimbal.
Upacara tradisi tersebut diselenggarakan setiap bulan Suro. Namun masih belum se-ramai jika dibandingkan dengan masyarakat yang berdarma wisata ke Dieng Plateu.
Dari perbincangan dengan beberapa tokoh masyarakat, Media GolfJoy mendapat informasi bahwa generasi muda di Kabupaten Banjarnegara terutama dan khususnya di Kecamatan Wanadadi pun melakukan terobosan dengan menyelenggarakan konser musik yang penyanyi utama-nya (tunggal) adalah Ebiet G Ade.
Seperti diketahui Ebiet memang asli Wanadadi Kabupaten Banjarnegara. Tak hanya warga yang dikenal di dunia seni khususnya musik, warga asli Kabupaten Banjarnegara ada yang sangat terkenal di bidang olahraga khususnya tinju. Dia adalah Christ John!
Sambutan publik pun sangat positif saat konser tunggal Ebiet G Ade digelar. Karena, bukan warga masyarakat di wilayah Kabupaten Banjarnegara saja, namun yang menyaksikan konser musik tunggal Ebiet tersebut juga banyak yang berasal dari Kabupaten lain yang berada di Provinsi Jawa Tengah.
“Penonton yang datang dari wilayah lain di Jawa Tengah umumnya adalah penggemar Ebiet G Ade,” kata ibu Budi Mulyani — istri pak Hari Sumasto, yang selain dikenal sebagai members Double Cabin Banyumas Raya, juga seorang golfer.
“Tapi, untuk sementara suami saya mengurangi aktifitasnya di golf, karena sibuk mengerjakan pembuatan lapangan tenis bersama anak buahnya di kota-kota besar di Jawa dan di luar Jawa,” tambah ibu Budi Mulyani yang menjadi penggemar Ebiet G Ade — penyanyi asli Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara.
“Saya percaya event konser tunggal Ebiet G Ade, lambat atau cepat bakal menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Banjarnegara khususnya di Wanadadi,” kata istri pak Hari Sumasto mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.
