Emeralda Golf Club di Tapos, Jawa Barat, dulu dikenal sebagai salah satu lapangan tersulit di Indonesia. Demi memenuhi tuntutan dari para pemain, lapangan ini melakukan beberapa perubahan yang memudahkan para pemain sehingga mereka jadi lebih nyaman bermain. Meski demikian, lapangan ini masih memberikan tantangan yang justru membuat para pemain ketagihan.

Emeralda terpilih sebagai salah satu dari tiga lapangan golf terbaik di Indonesia tahun 2019. Penghargaan ini diberikan oleh Asiangolf Awards pada saat penyelenggaraan Asia Pacific Golf Summit 2019 di DLF Golf & Country Club, Gurugram India pada 6 November 2019.

Lapangan golf Emeralda mulai dibangun pada 1992 yang saat itu masih dalam tahapan proses pembukaan lahan. Pada April 1994 mulailah Emeralda melakukan soft opening dengan hanya ada sembilan hole yang dibuka, yakni di River sebanyak 6 hole dan Lakes 3 hole.

Lapangan hasil desain dua pegolf legendaris Arnold Palmer dan Jack Nicklaus ini dibangun dengan konsep sebagai challenging course bertaraf turnamen internasional. Banyak pegolf pro yang pernah bermain di sini menilai lapangan Emeralda memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

Namun sekarang, citra tersebut sudah terkikis, lapangan sudah tidak sulit lagi. Sejumlah rintangan yang dianggap sangat mengganggu dikurangi, seperti flower-bed sebagai rintangan yang sebagian besar sudah tidak ada lagi di beberapa fairway di tiga course Emeralda: River, Lakes dan Plantation, sehingga para pegolf bisa lebih mudah memukul bola ke arah mana saja. Ketika masih ada flower bed obstacle, jika bola hasil pukulan dari tee box masuk ke dalamnya, bisa dipastikan, para pegolf harus mencari bola, atau kena penalti sehingga skornya menjadi jelek. Dan sekarang lapangan itu tidak terlalu sulit karena bola masih gampang dicari jika pukulan kita shank, dan bola masih bisa dipukul menuju green.

Berikut beberapa hole yang menantang dengan tingkat kesulitan yang tinggi, atau hole termudah dan sekaligus menjadi signature hole di Emeralda GC, menurut Juhana, Superintendent Emeralda Golf Club, antara lain;

  1. Hole 6 par 4, River Course

Hole ini jaraknya jauh, sekitar 427 meter dengan kemiringan pada permukaan fairway-nya. Di depan fairway, yang berjarak sekitar 220 m terdapat sungai. Sehingga dengan demikian, harus ada estimasi dan kalkulasi yang teliti dari pegolf. Ketika akan melakukan tee shot dari tee box, jarak pukulan jangan sampai kelewatan 220 m, karena jika terlewat, maka bola akan mendarat di bidang kemiringan fairway, sehingga bola akan rolling ke kiri dan berakhir di sungai. Jadi manajemen bermain harus diperhitungkan. Solusinya jika bermain di hole 6 River, penempatan bolanya harus benar-benar di tengah fairway sebelum jarak 220 m.

Di second shot pun, pegolf harus teliti kembali dalam mendaratkan bola di green ini. Sebab jika pendaratan bola ke sebelah kanan green, maka kemungkinan besar bola akan mendarat di bibir sungai. Posisi area green hole 6 ini berada di atas atau lebih tinggi dari area fairway. Ada pengalaman dari pegolf professional mancanegara, dimana ketika mau men-chipping bola dari sisi kiri agar masuk di area green, namun pukulannya terlalu kuat sehingga bolanya justru masuk ke sungai yang berada di sisi kanan green. Alhasil pegolf tersebut mendapatkan skor triple-bogey.

2. Hole 1 par 4, Lake Course

Hole ini paling mudah karena jaraknya paling pendek, 317 meter, dibanding 26 hole lainnya di tiga lapangan River, Lake atau Plantation. Hole ini memiliki fairway yang lebar dan pandangan luas ke depan. Ketika pegolf profesional ingin approach, dia cukup menggunakan klub sand wedge untuk bolanya on di green.

Namun bagi bogey player atau pegolf amateur, hole ini juga punya tingkat kesulitan tersendiri. Karena di sekitar green landing area, terdapat beberapa bunker yang besar dan kecil. Sehingga jika bola mendarat di bunker, maka ada perjuangan ekstra keras untuk mengeluarkan bola. Sebab selain sloop yang dalam, bibir bunker juga terbilang cukup tinggi dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter. Sementara jarak dari bunker menuju green hole 1 sekitar 150 meter, sehingga klub yang mesti digunakan adalah iron 6 atau 7.

Dan pada prakteknya, banyak para pegolf sekelas bogey player pun berhasil menghindari rintangan bunker tersebut sehingga bolanya melaju mulus ke area green. Namun bagi pemula, akan mengalami sedikit kesulitan dikarenakan di depan tee box terdapat danau cukup lebar sekitar jarak 70 meter. 

3. Hole 6 par 4 Lake Course

Di hole ini disebut dengan istilah ‘blind hole’, di mana para pegolf tidak bisa melihat area green jika berdiri dari tee box. Hal itu disebabkan posisi green lebih tinggi dibanding tee box. Dan baru terlihat area green jika akan melakukan second shot dari fairway. Hole ini berjarak 345 meter, jarak yang tergolong tidak begitu jauh. Fairway-nya terbilang sempit dan dog-leg. Dari pengalaman turnamen profesional, beberapa pukulan mereka melewati green dan masuk ke danau yang ada di depan green jika memaksakan menggunakan wood (driver). Untuk itu, sebaiknya disarankan menggunakan 3 wood saja. Dan bagi amateur, jika tidak memiliki kekuatan pukulan drive yang mumpuni, maka boleh saja memakai wood pada tee shot-nya.

Di antara ketiga course yang dimiliki Emeralda Golf Club, Lake course menjadi lapangan favorit bagi pegolf yang main di sini. Kebanyakan holenya mudah untuk dimainkan dan bisa mendapat skor sesuai harapan para pemain.

Kemudian tingkat kemudahan yang disukai pegolf selanjutnya adalah River course. Bagi pegolf yang memiliki keahlian dalam melakukan pukulan bola yang lurus, maka River sangat disukai. Tapi bagi bogey player justru mendapatkan tantangan tersendiri di River. Maklum, di River ini profil lapangan memiliki kemiringan lahan yang cukup banyak, terdapat sungai di tengah lapangan (fairway), sehingga jika pegolf memukul bolanya slice maka bisa dipastikan bola akan masuk ke dalam sungai. Lingkungan dan suasananya pun lebih nyaman dibanding kedua course lainnya. Dan panjang jarak di setiap hole-nya pun tidak banyak yang panjang.

Terakhir adalah Plantation Course yang dirancang oleh Jack Nicklaus. Lapangan ini memiliki rintangan dengan karakteristik, seperti banyaknya bunker yang tersebar di fairway yang luas dan di sekitar green dengan ukuran diameter bunker yang lebar. Rintangan lainnya ada juga terdapat sungai di sebelah sisi kanan fairway Plantation. Namun dari sisi lapangan, jika sudah terbiasa dan sering main di Emeralda, justru kesannya enak. Sebab selain lebar, dataran lapangannya lebih cekung, sehingga imbas dari kehilangan bola di fairway, besar kemungkinan tidak terjadi.

Sementara itu, mulai tahun 1996, hole 5 Plantation diubah menjadi par 5.  Sebelumnya, selama dua tahun sejak soft opening tahun 1994, hole 5 Plantation hanya par 3. Hal tersebut terkait telah bertambahnya lahan tanah untuk memanjangkan jarak hole 5 Plantation.

Read our latest digital edition at https://golfjoy.co.id/majalah/