Ibarat drama Korea, keberhasilan Hwang Yoona menjuarai Indonesia Women’s Open (IWO) 2025 yang diselenggarakan di Damai Indah Golf – BSD Course sejak Jumat (24 Januari 2025) hingga Minggu (26 Januari 2025), benar-benar dramatis.
Pasalnya, Hwang, harus melewati babak tanding ulang atau play off melawan rekan senegaranya yaitu Cho Jeongmin —- setelah kedua pegolf asal Korea tersebut sama-sama mencetak total skor 206 pukulan atau 10 under dalam event Indonesia Women’s Open (IWO) 2025.
Meskipun babak tanding ulang hanya berlangsung satu putaran yakni di hole 18 yang lumayan sulit untuk “ditaklukkan”, namun ratusan penonton yang menyaksikan secara langsung event berhadiah total sebesar US$300.000 tersebut dibuat deg-deg-plas.
Pasalnya, selain menyaksikan secara langsung, mereka juga dapat mengakses atau menyimak skor Hole by Hole kedua pemain asal Korea tersebut melalui sebuah situs yang kredibilitasnya tak perlu diragukan dalam hal me-record perolehan poin yang dicetak oleh para peserta IWO 2025 di smart phone yang berada dalam genggaman tangan para penonton.
Sehingga suasana yang mewarnai atmosfer hole 18 — hole yang oleh Komite Pertandingan ditetapkan sebagai wahana tanding ulang atau play off — terasa sangat hening sekaligus mencekam. Apabila ada penonton yang berbincang dengan rekannya, mereka menggunakan “bahasa isyarat” atau dengan berbisik-bisik.
Tapi, keheningan yang terjadi segera berubah saat bola yang dipukul — baik oleh Hwang maupun Cho jatuh di sekitar appron — karena tidak hanya teriakan bernada penuh suka cita yang terdengar, namun terdengar juga tepuk tangan yang baru berhenti.
Tapi, suasana segera kembali hening saat Hwang dan Cho bergantian melangkah masuk menuju green hole 18 untuk melakukan putting.
Dan, ketika pada detik-detik terakhir bola Hwang yang dipukul dengan putter in the hole, suasana hening yang mencekam pun hilang seketika. Dan, suasana kembali berubah diwarnai teriakan bernada gembira serta tepuk tangan yang berkepanjangan.
GELAR PERTAMA
Keberhasilan Hwang menjadi Champion IWO 2025 dan berhak atas hadiah utama sebesar US$45.000, menjadi sebuah momen yang sangat bersejarah bagi ladies pro asal Korea tersebut.
“Karena ini adalah gelar juara yang untuk pertama kalinya saya peroleh sejak saya menjadi pegolf profesional,” katanya. “Dan ini saya peroleh di Indonesia,” tambah Hwang menggunakan bahasa Korea saat press conference..
Walaupun permainan Hwang sejak round 1 (mencetak skor 2 under), round 2 (4 under) dan round 3 (juga 4 under) sangat konsisten, namun pro ladies asal Korea tersebut mengungkapkan bahwa game plan yang diterapkannya di round 3 tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan.
Salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca. Karena, seperti diketahui, cuaca di round 3 memang sangat terik, sementara pada dua hari sebelumnya — tepatnya di round 1 terjadi suspended akibat hujan lebat yang disertai angin kencang.
Sehingga di round 2 permainan baru dimulai pada pukul 09.30 WIB — setelah beberapa pairing group yang tertunda permainan mereka di round 1 menyelesaikan game play mereka.
Dan, demi kelancaran agar seluruh peserta IWO 2025 dapat menyelesaikan permainan mereka, di round 2 format pertandingan diubah: dari Tee Time di round 1 menjadi Shotgun di round 2.
SATU-SATUNYA DEBUTAN YANG LOLOS
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas akibat cuaca yang tidak kondusif di round 1 diakui oleh Natalia Kristina Yoko membuat dirinya kelelahan baik secara fisik maupun psikis, yang membuat permainan Yoko drop di round 2.
Hal tersebut terlihat dari skor yang dibukukan Yoko: dari -4 di round 1 melorot tajam menjadi +2 di round 2. Tapi, berkat adanya ketentuan projected +4 bagi pemain yang lolos cut, Yoko akhirnya melaju ke round 3 final IWO 2025.
Sebagai debutan baru di kancah kompetisi golf profesional dengan total skor +2 selama tiga hari berturut-turut, Yoko sangat bersyukur karena dapat merasakan persaingan dalam arti yang sebenarnya — setelah menanggalkan status amatirnya usai PON XXI 2024 dan beralih menjadi pegolf profesional.
Selain itu, Yoko juga merupakan salah satu dari 3 pegolf debutan baru di kancah persaingan golf profesional yang lolos cut, sedangkan 2 rekannya yakni Meva Helena Smith dan Viera Permata Rosada gagal terus melaju di kancah IWO 2025.
RECOVERY
Seperti diketahui tim golf pro ladies tuan rumah yang tampil dalam IWO 2025 sebanyak 12 pemain yang terdiri dari 9 pemain lama dan 3 debutan baru.
Selain menurunkan 12 pegolf profesional, sebagai tuan rumah Indonesia juga menurunkan 10 pegolf amatir. Namun, satu pun tidak ada yang lolos cut. Sedangkan pegolf amatir yang merebut gelar sebagai Lowest Amateur IWO 2025 adalah pegolf asal Jepang bernama Aira Kuniyoshi.
Sementara, dari 22 pegolf tuan rumah yang terdiri 12 pro dan 10 amatir, Indonesia meloloskan 2 orang pegolfnya. Mereka adalah Holly Victoria Halim dan Kristina Natalia Yoko. “Saya senang tampil di final IWO 2025,” kata Holly. “Tapi, kalau saya ditanya tentang permainan saya di final, terus terang saja saya merasa permainan saya tidak seperti yang diharapkan,” tambahnya.
Tapi, berkat adanya kesadaran bahwa itu semua adalah bagian dari proses, Holly yang permainannya sempat drop di round 3, di mana deposit skor yang dibukukannya di round 2 sebanyak -6 berkurang menjadi tinggal -4, pada detik-detik terakhir di 2nd nine dia berhasil me-recovary permainannya.
Sehingga dengan total skor 6 under yang dikemasnya selama tiga hari berturut-turut dalam event Indonesia Women’s Open 2025 (Co.Sanctioned PB PGI & KLPGA, Part Of ASIA PASIFIC, Organized by AGLF – APGM), Holly Victoria Halim masuk ke dalam posisi 10 besar Asia Pacific.
BANGGA
Keberhasilan Holly dan Yoko lolos cut dalam event IWO 2025 membuat Ketua Umum PB PGI Japto S Soerjo Soemarno bangga.
Dalam perbincangan di sela-sela kesibukan melayani permintaan foto bersama dengan para penonton, Japto S Soerjo Soermarn menegaskan bahwa memang betul Holly dan Yoko belum berhasil merebut gelar juara dalam event kali ini. Tapi, Holly dan Yoko akan memotivasi pegolf lainnya untuk terus mencetak prestasi.
“Sayang sekali kepedulian pemerintah kepada para pegolf kita yang berprestasi masih belum seperti yang diharapkan,” kata Ketua Umum PB PGI Japto S Soerjo Soemarno. “Coba bayangkan waktu pegolf amatir kita tampil di Sea Games. Dari tujuh pemain empat putra dan tiga putri, hanya dua orang pemain satu putra dan satu putri yang mendapat dukungan dari pemerintah,” tambahnya dan berharap di masa mendatang pemerintah agar lebih peduli lagi terhadap para pegolf Indonesia yang berprestasi.
Menjawab pertanyaan terkait dengan IWO 2025, Ketua Umum PB PGI, Japto S Soerjo Soemarno mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bangga atas kerja keras dari pribadi lepas pribadi yang terlibat dalam kepanitiaan — termasuk para wasit yang memimpin pertandingan event yang sangat prestisius tersebut di bawah kepemimpinan Eddy Putra sebagai Tournament Director.
Apa yang diungkapkan oleh Ketua Umum PGI tersebut memang benar adanya. Sebab, meski event tersebut sempat di-suspend dan terjadi perubahan format dari Tee Time ke Shotgun, secara umum IWO 2025 berjalan lancar sejak round 1 Jumat (24 Januari 2025) hingga round 3 final pada Minggu (26 Januari 2025).
Tulisan Toto Prawoto
Foto Syam
