PEGOLF junior kelahiran 2008 ini mengenal olahraga golf sejak pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk di Indonesia. Akan tetapi berkat latihan rutin yang dilakukannya di Ciputra Golf Club – Surabaya, Jawa Timur, anak bungsu dari tiga bersaudara ini — perlahan dan pasti — menunjukkan kelasnya sebagai junior golfer bertalenta tinggi.
Dalam setiap event golf khusus untuk junior golfer yang diikutinya yang diselenggarakan oleh IJG dan PCGC pada awal-awal tahun perkenalannya dengan olahraga golf — sebagai beginner, Jojo — demikian panggilan akrabnya, tetap tampil confident, all out dan pantang menyerah meski hasil yang ditorehkannya belum tentu seperti yang diharapkan.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Jojo di kemudian hari berhasil membuktikan bahwa dia selalu diperhitungkan oleh rekan satu pairing groupnya setiap kali dia tampil dalam event yang berlangsung di dalam negeri — salah satunya Kejuaraan Golf Nasional yang diselenggarakan PB PGI beberapa waktu lalu di Jababeka.
Dan, prestasi terbaru yang dicetak oleh siswa Kelas 10 Singapore Intercultural School Surabaya ini — seperti yang diberitakan oleh Media GolfJoy beberapa hari sebelumnya adalah, ketika Jojo tampil bertanding dalam event bertajuk 9th RSGC Sportexcel Junior Invitational Golf Championship yang berlangsung di Royal Selangor Golf Club East Course pada 14-16 Mei 2024.
Tampil percaya diri sejak hari pertama di mana Jojo mencetak 77 pukulan atau 5 over; Kemudian di hari kedua anak bungsu dari tiga bersaudara ini berhasil me-recovery permainannya dan mencetak 68 pukulan atau 4 under, dan di hari ketiga final dia mencetak 70 pukulan atau 2 under; Sehingga, dengan total skor 215 pukulan (77-64-70) atau 1 under akhirnya Jojo tampil sebagai Champion dalam annual event berskala Asia Pacific tersebut.
PRACTICE ROUND
Kunci keberhasilan Jojo merebut The Champion dalam 9th RSGC Sportexcel Junior Invitational Golf Championship 2024, karena dia benar-benar memanfaatkan momentum practice round — sehari sebelum turnamen tersebut digulirkan — untuk beradaptasi secara full dengan segala handicap atau rintangan yang ada di Royal Selangor Golf Club East Course yang, menurut Jojo golf course tersebut kalau di Indonesia mirip dengan Pondok Indah Golf Club.
“Saat practice round benar-benar saya pergunakan seoptimal mungkin untuk beradaptasi dengan lapangan, dan mencoba tempat-tempat yang menurut saya akan sering ditemukan,” katanya. “Saya tidak merasa tertekan oleh pairing saya. Karena, saya tidak memikirkan orang lain saat saya bermain, tapi saya fokus kepada permainan saya sendiri,” tambahnya menegaskan, saat ditanya tentang masalah yang berkaitan dengan under pressure.
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas Jojo pada hari pertama bermain 77 dengan kondisi lapangan yang panas dan becek, karena hujan lebat sebelum turnamen dimulai. “Saya merasa susah di sekitar green, dan di green permainan saya di hari pertama agak lambat akibat kondisi lapangan yang basah,” tutur Jojo.
“Di hari kedua kondisi lapangan sudah membaik dan saya bisa bermain dengan score yang memuaskan yakni 68 pukulan. Sedangkan di hari ketiga saya hanya fokus menahan di Par, karena saya sudah leading dengan 6 stroke setelah di hari ketiga final saya bermain dengan 70 pukulan,” tambahnya.
PERTAMA KALI
Seperti diketahui dalam event tersebut Indonesia mengikut-sertakan 7 pegolf yang terdiri dari 6 putra dan 1 putri. Mereka adalah Jonathan Manuel Wijanto, Galih Ananta Wiranto, Prakarsa Alfa Rizki, Nikola Surya Nugraha, Teuku Husein M Danindra, Guardiola Namora Simarmata, dan Renoctaviana Ramadhani Said.
Dari tujuh pemain, Indonesia meloloskan empat pegolf yang tampil di final. Mereka adalah Jonathan Manuel Wijanto, Prakarsa Alfa Rizki, Nikola Surya Nugraha dan Galih Ananta Wiratno.
Bagi Jojo gelar juara yang direbut dalam event tersebut adalah gelar pertama dalam event berskala internasional yang diikuti oleh 90 pegolf putra dan putri berusia 13 hingga 18 tahun yang berasal dari 10 negara di kawasan Asia Pacific.
Kesepuluh negara tersebut adalah Malaysia sebagai tuan rumah, Indonesia, Singapura, Hong Kong, China, Korea Selatan, Jepang, India, Australia dan Inggris.
Selain Jojo yang berhasil merebut gelar juara pada tahun ini, Prakarsa Alfa Rizki pun finish di posisi 3rd Runner Up Ties 3. Sementara, pada event yang sama tahun sebelumnya, Sania Talita Wahyudi juga berhasil merebut gelar juara di Divisi Ladies.
Keberhasilan Jojo dan Alfa banyak mendapat apresiasi berupa pujian dan acungan jempol dari para parents yang viral di WA Group PCGC dan IAGC.
“Bahkan setelah Jojo mencetak 68 pukulan di hari kedua, Jojo langsung kontak saya, Mas,” kata Adi Saksono – Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI ketika dihubungi Media GolfJoy melalui telepon.
Lebih jauh Adi Saksono mengungkapkan bahwa skill para pegolf junior dan amatir kita yang berasal dari generasi millenial tidak kalah dengan para kompetitor mereka dari manca negara.
“Dan, setiap kali saya bicara dengan para orang tua mereka masing-masing, selalu saya tekankan betapa pentingnya latihan fisik yang harus dilakukan secara terus menerus,” sela Adi Saksono, “karena sehebat apa pun skill yang dimiliki oleh seorang pegolf kalau tidak diimbangi dengan fisik yang prima dalam setiap penampilannya di lapangan ketika tampil dalam sebuah turnamen, mental juara yang dimilikinya tidak akan berarti apa-apa,” lanjut Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI yang sangat kenal dengan kedua orang tua Jonathan Manuel Wijanto.
TRIO ATAU KWARTET JOJO
Jojo mengaku senang sekali, karena untuk pertama kalinya dia berhasil merebut gelar juara diri luar negeri dalam event yang sangat prestisius bertajuk 9th RSGC SPORTEXCEL JUNIOR INVITATIONAL GOLF CHAMPIONSHIP yang berlangsung di Royal Selangor Golf Club East Course pada 14-16 Mei 2024.
Jojo juga sangat bersyukur karena dia mendapat full support yang sangat besar dari kedua orang tuanya serta dari tempat dia menuntut ilmu di Singapore Intercultural Scholl – Surabaya.
Seperti diketahui bahwa pada akhir Mei ini anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut juga akan mengikuti seleksi PON selama tiga hari.
Jojo berharap olahraga golf dapat lebih berkembang di Indonesia dan dapat melahirkan pemain-pemain top di masa depan.
Dan, bicara tentang masa depan, kepada Media GolfJoy Adi Saksono pun — sesuai dengan kapasitasnya sebagai Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI di bawah pimpinan KPH Japto S Soerjo Soemarno — mengatakan bahwa lambat atau cepat akan ada Trio atau bahkan Kwartet Jojo yang akan tampil mewakili Indonesia dalam pelbagai event berskala internasional di mancanegara.
“Maksudnya?”
Sambil tertawa Adi Saksono langsung menyahut:
“Maksudnya karena kita punya pegolf handal yang bernama Jordan Indra Marcello, Jonathan Xavier Hartono, Jonathan Manuel Wijanto. Mereka punya panggilan yang sama yakni Jojo .. Jadi, kita memiliki Trio Jojo .. Bahkan bisa menjadi Kwartet Jojo. Karena, pegolf putri kita yang bernama Gemilau pun panggilan akrabnya Jojo, Mas, .. ha ha ha ..!”
—
Tulisan Toto Prawoto
Foto Dokumentasi
