FeaturedKomunitas

Prestasi yang Patut Diapresiasi – Catatan Akhir Tahun bersama Coach Alga Topan

DIAKUI atau tidak selepas pandemi covid berlalu, banyak bermunculan pegolf-pegolf muda bertalenta tinggi di olahraga golf. Sehingga dalam percaturan olahraga golf ada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dalam arti yang sebenarnya, di mana pegolf yang diproyeksikan bakal tampil mewakili Indonesia di berbagai event di luar negeri berkumpul berbulan-bulan lamanya — seperti yang terjadi di era Orde Baru Pelatnas mereka ditempatkan di JGC Rawamangun.

Kini Pelatnas seperti yang terjadi di era Orde Baru — diakui atau tidak — dianggap “kuno” dan tak relevan lagi jika dikaitkan dengan situasi dan kondisi saat ini yang mewarnai pergolfan Nasional di Tanah Air.

Pasalnya, sejak teknologi informasi dengan segala aspeknya berkembang pesat di Indonesia, siapa pun orangnya yang ingin belajar golf bisa dipelajari melalui YouTube.

Selain itu munculnya club-club golf di masyarakat yang sebagian besar memang tidak gagap teknologi, juga hampir setiap bulan ada event khusus prestasi dari tingkat junior hingga amatir.

Merujuk pada situasi dan kondisi yang mewarnai percaturan golf di Indonesia yang hadir sejak sekitar dua dekade lalu — maka menjadi sangat wajar apabila para pegolf yang tampil dalam event yang berlangsung baik berskala lokal maupun nasional tersebut — dipantau secara terus menerus (apalagi ketika di kemudian hari muncul apa yang kita kenal dengan WAGR).

Sehingga para penentu kebijakan di Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia tidak akan mengalami kesulitan untuk memilih dan menentukan siapa nama-nama pegolf yang akan tampil di luar negeri mewakili Indonesia dalam turnamen seperti Putra Cup, Queen Sirikit Cup, Asia Pacific Golf Tournament, Asian Games, SEA Games dan lain-lain.

TIDAK MUDAH

Dalam perbincangan khusus bersama Coach Alga terkait dengan keberhasilan Tim Golf Indonesia yang berhasil mempersembahkan Medali Perak (Putra) dan Perunggu (Putri) di SEA Games ke 33 di Thailand, mengungkapkan bahwa sebagai catatan prestasi di akhir tahun 2025, “Capaian medali ini harus kita syukuri dan kita sangat menghargai atas perjuangan atlet golf kita,” sela Coach Alga, “Walaupun tim golf Indonesia belum berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kementerian Olahraga yaitu emas,” lanjutnya.

“Karena,” ungkap Coach Alga, “untuk mendapatkan 2 medali tidaklah mudah prosesnya. Banyak sekali hambatan dan masalah yang kita hadapi.”

“Seperti apa bentuk hambatannya, Coach?”

“Hambatan yang kita hadapi mulai dari persaingan antar pemain dengan negara lain yang cukup kompetitif. Juga kondisi lapangan yang cukup sulit dan challenging membuat para pemain kita banyak menemui masalah dalam pukulan juga kesulitan dalam mengatasi rintangan di lapangan.”

“Khususnya di area green yang menjadi Handicap terbesar di lapangan Rolling Hills Siam Country Club, Thailand, Om,” kata Coach Alga. “Tapi, berkat semua perjuangan dan usaha yang kuat dari para atlit maupun official .. Alhamdullilah semuanya kita lalui dengan hasil maksimal yang bisa kita capai dan dapat diterima oleh semua pihak,” tambahnya, menegaskan.

DEBUTAN

Dalam SEA Games Thailand tahun 2025, tim putra diperkuat oleh Amadeus Christian Susanto, Randy Arbenata Mohammad Bintang dan Rayhan Abdul Latief dan Kenneth Henson Sutianto.

“Amadeus, Randy dan Rayhan memiliki pengalaman dan pernah bermain pada SEA Games sebelumnya. Sedangkan Kenneth Henson Sutianto merupakan debutan baru yang memperkuat tim putra Indonesia,” papar Coach Alga. “Kombinasi ke empat pemain ini mampu memberikan kontribusi yang sangat penting untuk menjaga performa dan memberikan medali perak untuk Kontingen Indonesia,” tambahnya.

SANIA DAN BIANCA

Seperti halnya di tim putra, di tim putri pun ada pemain debutan. Dari tiga pemain yang terdiri dari Elaine Widjaja, Sania Talita Wahyudi dan Bianca Naomi Laksono, “Dua pemainnya adalah debutan baru mengikuti pertandingan SEA Games. Mereka adalah Sania dan Bianca,” ungkap Coach Alga.

“Walaupun Sania dan Bianca baru untuk pertama kalinya mengikuti SEA Games, tapi mereka berdua telah memiliki jam terbang yang tinggi dan pengalaman yang banyak tampil dalam turnamen junior atau amatir internasional,” tegas Coach Alga.

Di akhir perbincangan menutup tahun 2025, Coach Alga Topan berharap agar di tahun 2026 para pegolf peraih medali perak dan perunggu di SEA Games ke 33 jangan kendur semangatnya saat tampil dalam event yang berlangsung baik di dalam maupun di luar negeri di sepanjang tahun 2026.

Tulisan Toto Prawoto

Foto Dokumentasi


Related posts

Begini Strategi Juara WAGC 2019

Hasim

PCGC Latihan Bersama & Bukber di Gunung Geulis Golf Course

Toto Prawoto

Ceria Golf Club Jakarta Lantik Sekretaris Umum yang Baru

Syam

Leave a Comment

5 × one =