FeaturedKomunitas

Sekolah Olahraga Internasional UUMISM Tularkan Ilmu Golf kepada Pegolf Junior Indonesia

UUMISM berbagi ilmu golf, sementara junior golfer Indonesia punya fighting spirit yang hebat.

Libur semester untuk seluruh pelajar, mulai dari sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas, memang telah tiba sejak medio Juni 2025. Lantas saja, momen ‘summer holiday’ tersebut dimanfaatkan oleh Universiti Utara Malaysia International Secondary School Malaka (UUMISM), institusi pendidikan internasional level sekolah menengah atas yang terletak di negara bagian Malaka, Malaysia, untuk bertandang ke Indonesia dalam rangka berbagi ilmu permainan olahraga golf kepada para pemula atau pegolf junior Indonesia.

Ya, berkolaborasi dengan Parents Children Golf Club atau PCGC, terciptalah PCGC-UUMISM Golf Camp 2025 di Gunung Geulis Golf & Country Club selama tiga hari sejak Minggu hingga Selasa, 22 -24 Juni 2025.

“Kehadiran kami bertiga ke Indonesia atau di golf camp perdana ini adalah untuk mengajarkan dan melakukan program analisa swing dari para seluruh peserta golf camp. Juga menerapkan permainan dengan statistik seperti fairway in regulation dan green in regulation. Dan juga kami mengajarkan tentang mental game dan bagaimana cara membangun mental game di dalam sebuah pertandingan. Dan yang pasti, kami menginginkan kemajuan dan perkembangan golf bagi seluruh peserta junior golf Indonesia,” demikian terang David Jeong, founder sekaligus pelatih kepala UUMISM kepada Media GolfJoy Indonesia.

SHOW MORE IMAGES +

Menurut David yang didampingi Golf Coach UUMISM Syakir Adli, dan Physical Trainer Coach UUMISM Firdaus Mustaqim, lebih lanjut menerangkan bahwa program camp ini menggabungkan antara pegolf pemula dan pegolf junior yang memiliki single handicap. “Dan kami berfokus kepada single handicap bagaimana melakukan course management dan game mental. Sementara untuk para pegolf pemula kami berusaha membangun dasar-dasar golf yang fundamental, dimana kami melatih mereka di sini, di driving range dan bertanding West Course selama dua hari di hari Senin dan Selasa.”

Sementara itu, dari tiga hari program golf camp ini, Golf Coach UUMISM Syakir Adli mempunyai catatan tersendiri terhadap seluruh peserta junior golfer Indonesia. Ia menuturkan, pada utamanya terkait fighting spirit atau semangat berjuang, bahwa pegolf junior terlihat sungguh-sungguh dalam berlatih.

“Saya menyaksikan sendiri selama dua hari mereka menjalani latih-tanding di 18 hole East Course, jelas terpancar sekali semangat dan kesungguhan mereka menjalani sesi pertandingan selama 36 hole. Walau pun tidak ada hadiah yang akan mereka dapat, tapi mereka menjalani pertandingan ini seperti layaknya sebuah turnamen junior. Ini awal yang bagus untuk membangun pondasi sebagai pegolf junior yang ingin meraih mimpi besar di masa depan sebagai top golf nasional Indonesia,” demikian ungkap coach Syakir kepada Media GolfJoy Indonesia.

“Selama tiga hari, dimana di hari pertama kita mendapatkan pelajaran teori dari Coach David dan berlatih di driving range. Dan di hari kedua dan ketiga kami bermain tanding di lapangan. Pertama, saya mendapatkan pengalaman pertama bermain di Gunung Geulis yang ternyata memang sulit sekali. Kedua, pada sesi teori dan praktek di hari pertama, aku mendapatkan insight-insight baru yang banyak banget, seperti Teknik swing, Teknik putting dan lain-lain yang aku jarang dapetin dimana-mana. Ketiga, Selma di lapangan, kita juga didampingi oleh kedua coach UUMISM, yang selalu membantu kami bagaimana cara memukul bola dalam certain condition kayak di rough, bagaimana cara kita memukul di putting green yang lumayan sloppy, lumayan keras, dan sebagainya,” ungkap Pradipta Danarta, salah satu pegolf junior kelas 11 SMA Labschool Cibubur penuh antusias.

Out-put program PCGC UUMISM Golf Camp 2025 bahwasanya UUMISM dan PCGC ingin menciptakan top player dari pegolf junior Indonesia. Namun, dikarenakan durasi waktu yang hanya tiga hari saja, hal tersebut dirasa David menjadi waktu yang sangat singkat. Maka itu, UUMISM di lain waktu akan merencanakan membuat event serupa ini lagi dengan waktu dan program yang lebih panjang dan bagus lagi.

Sebagai intitusi pendidikan bertaraf internasional, UUMISM punya tujuan menciptakan pelajar sekaligus atlet handal dibeberapa cabang olahraga. Dengan system Pendidikan Cambridge Education, UUMISM turut mengajak pegolf junior Indonesia menimba ilmu Pendidikan dan olahraga, khususnya golf untuk tingkat sekolah menengah atas, seperti yang sudah dilakukan oleh Stanly Hollyhome dan Teuku Husein M. Danindra yang kini duduk di kelas 11 UUMISM.

Tahniah kepada UUMISM atas ilmu dan pengalaman golfnya yang diajarkan kepada pegolf junior Indonesia di program PCGC-UUMISM Golf Camp 2025.

Related posts

Brooks Koepka Belum Tertarik Ikut Premier Golf League, Tapi Juga Belum Menolak

Hasim

Permainan Golf Diperkirakan Naik 12% Sepanjang 2020 Meski Pandemi

Hasim

Kesalahan Caddie Pupuskan Harapan Pegolf Amatir AS

Hasim

Leave a Comment

3 + 9 =