Abdul Mulki, Direktur Teknik PT Asuransi Bangun Askrida, sudah mengenal golf sejak tahun 2000, tapi mulai aktif bermain golf 14 tahun kemudian. Lulusan Universitas Andalas dan London Metropolitan University ini merasa perlu untuk aktif bermain golf karena olahraga ini mendukung pekerjaannya di bidang asuransi. Pria yang pernah menjabat Direktur Utama Askrida Syariah ini bercerita kepada GolfJoy bagaimana golf menjadikan dirinya lebih baik dalam dunia bisnis.

Saya lahir di Padang, 20 November 1973. Sejak dulu saya suka berbagai macam olahraga. Saya gemar berolahraga khususnya badminton, futsal, aikido dan golf. Saya sebenarnya sudah mengenal golf sejak tahun 2000, tapi mulai bermain golf di lapangan pada 2014 ketika masih menjabat kepala divisi syariah di Askrida. Saya punya kenangan manis di golf ketika saya membuat hole in one di lapangan Pantai Indah Kapuk pada Agustus 2018.

Hole in one

Hal yang menarik dari golf adalah kita bisa menerapkan psywar untuk mengalahkan lawan. Psywar memanfaatkan sisi psikologis dan pemikiran lawan agar bisa dipecah konsentrasinya. Mestinya dia bisa mendapat birdie malah jadi par atau bahkan bogey. Caranya macam-macam, bisa dengan nyanyian yang meledek lawan, memberikan komentar-komentar yang bisa bikin telinga lawan “panas”, atau mengalihkan perhatian caddy lawan. Psywar ini bisa dilakukan bahkan sebelum bermain.

Saya rutin bermain golf minimal dua kali seminggu. Handicap resmi saya 14. Skor terbaik yang pernah saya buat adalah 78. Dengan rutin bermain golf semoga skor saya bisa lebih rendah lagi. Selain menajamkan skill permainan golf, saya juga melatih strategi psywar {tertawa] karena strategi ini terbukti ampuh di beberapa turnamen.

Untuk menjaga permainan saya dalam kondisi terbaik, saya tak sembarangan memilih klab khususnya driver. Saat ini saya menggunakan driver Epic Callaway. Terbukti dengan Epic Callaway pukulan saya dapat mencapai jarak yang lebih jauh daripada driver-driver saya sebelumnya. Beberapa kali pukulan saya bisa tembus 280 meter dengan Epic Callaway.

Menurut saya, golf merupakan ajang yang paling tepat untuk membangun relasi bisnis. Jika rekan bisnis mau main satu flight dengan saya, ini berarti selama setengah hari dia mau berbincang dengan saya. Tidak ada aktivitas lain selain golf yang bisa membuat kami bisa bersama-sama dalam waktu selama itu. Ini tentu membantu saya dalam meyakinkan rekan bisnis saya itu. Ini sangat bermanfaat dalam membangun kedekatan.

Saya suka pemain seperti Rory McIlroy. Dia tipikal pemain yang tenang, santai, dan stabil. Pantas saja dia mendapat penghargaan Pemain Terbaik 2019 dari PGA Tour. Dia bermain seperti tanpa tekanan. Ingin rasanya saya bermain seperti itu. Kalau lawan kita mendapat birdie, terkadang kita jadi terbawa emosi dan ingin menandinginya. Ini yang membuat permainan kita jadi malah buruk.

Golf membantu kita untuk bangkit kembali dengan cepat atau recovery. Kita harus cepat menganalisa. Jika kita mendapat hasil kurang memuaskan dengan satu strategi. Kita harus cepat recovery. Pegolf harus terbebas dari tekanan. Seorang pemain harus menemukan cara bagaimana dia bisa lolos dari tekanan mental sehingga tidak mengorbankan permainannya. Permainan ini bisa dibilang merupakan ajang kita melawan diri kita sendiri. Jadi kita harus perhatikan rules-nya.


Abdul Mulki sudah bekerja di dunia asuransi sejak 1999. Awal kariernya dimulai di PT Reasuransi Internasional Indonesia. Kemudian pada 2012 Mulki berlanjut ke PT Asuransi Bangun Askrida sebagai Head of Syariah Division – General Takaful, lalu pada 2017 ia menjabat Presiden Direktur PT Asuransi Askrida Syariah hingga Mei 2019. Sejak itu Mulki menjabat Technical Director di Asuransi Bangun Askrida (Holding), induk Askrida Syariah sampai saat ini.